Wangi Hangat Serabi Ngampin yang Populer Sejak Masa Kolonial

Aji Kusuma - detikFood Jumat, 12 Apr 2019 09:10 WIB
Foto: Aji Kusuma/detikcom Foto: Aji Kusuma/detikcom
Semarang - Serabi Ngampin sudah tersohor sejak dulu kala. Keberadaan para pedagang serabi di pinggir jalan itu, sudah sejak jalan raya Semarang- Jogja era kolonial.

Detikfood, berkesempatan mengunjungi warung serabi Ngampin milik Mbak Sri Ningsih. Selain Mbak Sri, di sekitaran kantor Kecamatan Ngampin berjajar ratusan pedagang serabi. Mereka mulai buka pada pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00.

Khusus pada akhir pekan, mereka menyediakan porsi ekstra. Hal itu untuk mengantisipasi jumlah penikmat serabi yang meningkat saat hari libur.


Wangi Hangat Serabi Ngampin yang Populer Sejak Masa KolonialSri penjual serabi Ngampin yang siap layani pesanan pembeli. Foto: Aji Kusuma/detikcom

"Seporsi ini lima ribu mas, isinya empat serabi dan disajikan lengkap dengan kuah. Kalau makanan tradisional lain ada tape ketan dan kripik melinjo," ujar Sri sembari memberikan serabi pesanan kami, Kamis (11/4/2019).

Gurih serabi berpadu manis kuah santan begitu terasa di lidah sejak suapan pertama. Karakter serabi Ngampin ini empuk dan kenyal, jadi cukup aman untuk dikonsumsi anak-anak.

"Semua dibuat di sini Mas, jadi fresh. Di rumah saya cuma menyiapkan bahan siap olah saja, pembeli juga bisa melihat langsung saat saya memasak serabi", tandas Sri sembari menyiapkan pesanan para pembeli.

Wangi Hangat Serabi Ngampin yang Populer Sejak Masa KolonialSerabi dimasak saat dipesan dan sisajikan hangat. Foto: Aji Kusuma/detikcom

Serabi ini dibuat dari tepung beras dan berasal dari desa Ngampin, Ambarawa. Karenanya populer sebagi ikon kuliner Nyampin. Dari dulu hingga kini masih dibuat dengan cara tradisional. Memakai wajan mungil tanah liat yang dipanaskan di atas api kayu. Serabi dibuat saat dipesan.

Adonan tepung beras dan santan diaduk dalam ember plastik besar. Disendoki dan dituang di atas wajan tanah liat. Suaranya mendesis dan menguarkan aroma wangi santan yang semerbak. Tinggal pilih mau polos, ditambah adonan hijau atau cokelat.

Wangi Hangat Serabi Ngampin yang Populer Sejak Masa KolonialPilih yang polos, hijau atau cokelat? Semuanya enak. Foto: Aji Kusuma/detikcom

Enak dimakan begitu saja tanpa saus. Atau bisa dituangi saus santan dan gula merah yang manis gurih. Kuah yang meresap dalam pori-poro serabi bikin rasanya makin enak meresap. Nah, kalau melintasi Ambarawa jangan lupa jajan serabi Ngampin yang legit empuk ini.

(odi/odi)