Meski Fisiknya Terbatas, 5 Penjual Makanan Ini Jadi Sosok Inspiratif

Devi Setya - detikFood Selasa, 26 Mar 2019 17:58 WIB
Foto: istimewa Foto: istimewa
Jakarta - Jika masih muda, jangan banyak alasan untuk tak berkarya. Beberapa sosok penjual makanan ini menunjukkan diri tetap semangat meski punya keterbatasan.

Di Indonesia masih banyak orang inspiratif yang bisa jadi contoh untuk tetap hidup bersemangat dan penuh syukur. Usia lanjut dan keterbatasan fisik tak menghalangi orang-orang ini untuk tetap produktif.

1. Ibu Penjual Cilok Pikul
Meski Fisiknya Terbatas, 5 Penjual Makanan Ini Jadi Sosok Inspiratif Foto: istimewa

Wanita bernama Saminem ini terpaksa harus menjajakan cilok demi bisa memnuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ibu berusia 50 tahun ini sudah berjualan cilok lebih dari 2 tahun lalu. Ia menjalani pekerjaan ini setelah sang suami terserang stroke dan tak bisa lagi bekerja.

Saminem setiap hari harus memikul dagangan berisi cilok agar dua anaknya tetap bisa bersekolah. Keuntungan berjualan cilok di sekitar Sukabumi ini hanya Rp20 ribu per hari.

Baca juga : Jual Asinan hingga Siomay, Ini Potret 5 Penjual Makanan Tampan yang Viral

2. Penjual Roti Buta
Meski Fisiknya Terbatas, 5 Penjual Makanan Ini Jadi Sosok Inspiratif Foto: istimewa

Kisah inspiratif ini datang dari pasangan suami istri disabilitas. Sang suami yang bernama Parjan adalah seorang tuna netra, sementara istrinya, Erni, mengalami keterbatasan fisik pada kakinya. Tapi keduanya dikenal sebagai sosok tangguh dan romantis.

Parjan dan Erni yang tinggal di Yogyakarta ini setiap hari menjajakan roti di dekat kampus UNY dan UGM. Keduanya setiap hari membopong kotak plastik berisi roti aneka isi. Roti dagangan mereka juga terbilang murah meriah yakni Rp1.500.

3. Kakek Penjual Asinan
Meski Fisiknya Terbatas, 5 Penjual Makanan Ini Jadi Sosok Inspiratif Foto: detikcom

Kakek bernama Ahmad ini usianya sudah lebih dari 70 tahun tapi semangatnya tak mau kalah dengan anak muda. Setiap hari ia mendorong gerobak berisi asinan buah. Fisiknya yang sudah sepuh membuat ia harus menggerakkan gerobak sedikit demi sedikit.

Tak jarang kakek Ahmad harus duduk di pinggir jalan sekedar untuk mengumpulkan energi atau menghapus peluh. Biasanya kakek ini berjualan di sekitar Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Kakek Ahmad ternyata sudah berjualan asinan sejak 1950-an. Kalau bertemu, jangan lupa dibeli ya!

4. Kakek Penjual Rujak
Meski Fisiknya Terbatas, 5 Penjual Makanan Ini Jadi Sosok Inspiratif Foto: istimewa

Tak berbeda jauh dengan Kakek Ahmad, pria yang bernama Pak Papuk ini juga harus tetap berjuang di usia senja. Pak Papuk setiap hari harus berkeliling kota Bima untuk menjajakan Rujak buah.

Tak jarang, Pak Papuk harus menahan getar di tangannya saat memotong buah. Pria asli Lombok ini bahkan tinggal di tempat yang sederhana dengan segala keterbatasan. Apalagi, rumahnya di Lombok sempat diterjang gempa belum lama ini.

Baca juga : Bocah SD Ini Viral Karena Jualan Cilok Sambil Sekolah

5. Bocah SD Penjual Cilok
Meski Fisiknya Terbatas, 5 Penjual Makanan Ini Jadi Sosok Inspiratif Foto: istimewa

Sosok inspiratif yang satu ini masih berusia muda, ia adalah Putra. Bocah berusia 12 tahun ini harus membawa dagangannya sambil sekolah. Saat jam pelajaran usai, ia harus berkeliling menjajakan cilok. Tak banyak waktunya untuk bermain seperti anak-anak sebayanya.

Putra yang tinggal di daerah Pondok Aren, Tangerang Selatan ini terpaksa harus mencari nafkah. Kedua orang tuanya sudah meninggal dan kini ia harus menghidupi kedua adiknya. (dvs/odi)