Sarapan Orang Kantoran

Lembut Gurih Bubur Ayam Landmark Jadi Favorit di Kawasan Sudirman

Sonia Basoni - detikFood Selasa, 26 Mar 2019 11:30 WIB
Foto: dok. detikFood Foto: dok. detikFood
FOKUS BERITA Sarapan Orang Kantoran
Jakarta - Bubur ayam gerobakan ini ada di dekat gedung Landmark di kawasan Sudirman, Jakarta. Bubur ayam khas Cirebon yang legendaris ini selalu dikerumuni pembeli.

Setiap pagi puluhan orang kantoran rela mengantre untuk sarapan dengan bubur ayam sederhana. Berjualan sejak tahun 1987, bubur ayam Cirebon ini dinamakan Landmark, karena lokasi gerobaknya tak jauh dari gedung Landmark.

Baca Juga: Tak Pernah Gagal, Bubur Ayam Komplet Selalu Nikmat Dilahap Hangat
Lembut Gurih Bubur Ayam Landmark Jadi Favorit di Kawasan SudirmanFoto: dok. detikFood
"Kami sudah berjualan sejak tahun 1987, lokasinya di sini saja. Tidak pernah pindah," tutur Alimin sang penjual bubur, disela-sela kesibukannya melayani pesanan bubur, kepada detikFood pagi tadi (26/03). Alimin tidak sendiri, ia dibantu oleh dua orang lainnya yang sama-sama sibuk menyiapkan bubur.

Menunya cukup sederhana, hanya bubur ayam saja. Tapi tentunya ada ciri khas dan keistimewaa, yang membuat bubur ayam Landmark ini legendaris.
Terkenal kelezatannya sejak 32 tahun lalu. Bahkan bubur ayam ini jadi salah satu menu sarapan favorit orang kantoran, yang berada di wilayah Sudirman.

"Sebenarnya tidak ada yang berbeda, bumbu yang dipakai untuk meracik bubur juga sama. Seperti lada hingga kecap. Tapi ciri khasnya di sini itu, porsi buburnya sedikit tapi lauknya banyak," lanjut Alimin yang berasal dari Cirebon.
Lembut Gurih Bubur Ayam Landmark Jadi Favorit di Kawasan SudirmanFoto: dok. detikFood
Meski porsi buburnya tidak terlalu banyak, tapi tambahan toppingnya sangat royal, sehingga tetap mengenyangkan. Bahkan bubur ayam Landmark ini, terkenal dengan sebutan bubur ayam gunung, karena bentuknya mengerucut ke atas seperti gunung.

Untuk topping yang digunakan cukup banyak, ada kacang goreng, irisan cakue, emping, kerupuk, suwiran daging ayam, kecap manis, dan sambal merah yang pedas.

Tidak seperti bubur ayam kebanyakan yang daging suwiran ayamnya tak terlalu banyak. Bubur Ayam Landmark, memberi suwiran ayam sangat royal, sehingga setiap suapan terdapat suwiran daging yang gurih lembut.

Tekstur bubur yang tidak terlalu kental, ditambahkan dengan remasan emping, kerupuk, suwiran ayam, kecap, hingga sambal rasanya jadi gurih, sedikit manis, pedas mantap.
Lembut Gurih Bubur Ayam Landmark Jadi Favorit di Kawasan SudirmanFoto: dok. detikFood
"Sama di sini terkenalnya makan bubur pakai kertas nasi. Dari pertama jualan sudah pakai kertas nasi, makan di sini atau bungkus, semuanya pakai kertas nasi," tutur Alimin.

Bubur Ayam Landmark ini berjualan setiap hari, kecuali hari Minggu. Mulai dari jam setengah 6 pagi, hingga sekitar jam 9 pagi. Untuk satu porsi bubur ayam dihargai Rp 13.000 saja. Tersedia juga aneka sate tambahan, seperti sate usus hingga ati ampela.

"Sehari bisa laku seratus porsi lebih. Kalau sedang ramai, bisa lebih dari itu lakunya. Saat ramai dan banyak pesanan, jam 7 pagi sudah habis. Makanya banyak juga yang langganan biasanya pesan dulu sehari sebelumnya,"
Lembut Gurih Bubur Ayam Landmark Jadi Favorit di Kawasan SudirmanFoto: dok. detikFood
Tapi meski sudah laris dan dikenal banyak orang, Alimin berharap bahwa nantinya Bubur Ayam Landmark ini punya tempat yang tetap. Sehingga para pelanggan setia bubur ayamnya ini bisa duduk dan makan dengan nyaman.

"Ya, semoga nanti punya tempat yang tetap. Jadi tidak jualan di gerobak lagi," pungkas Alimin.

Baca Juga: Bubur Landmark dan Bakso Nikki Jajanan Favorit Orang Kantoran Jakarta


(sob/odi)
FOKUS BERITA Sarapan Orang Kantoran