Berkat Tren Es Kopi Susu, Petani Robusta Banyak Dilirik Pengusaha

Lusiana Mustinda - detikFood Kamis, 14 Feb 2019 20:00 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Rasanya manis dengan perpaduan citarasa susu dan kopi. Es kopi susu semakin populer di kalangan kaum millenial di perkotaan sampai daerah.

Tren rasa selalu bergerak, termasuk kopi. Kalau dulu, orang lebih suka dengan rasa kopi yang natural alias petik dan dikeringkan. Kemudian berubah lagi ke kopi yang diolah ke semi wash. "Manusia bosenan dan selalu mencari alternatif berupa proses pasca panen, tata cara sangrai serta tata cara seduh," jelas Adi Taroepratjeka, Koordinator National Jury and Cupper kepada detikFood pada (12/02).

Baca juga: Tetap Hits! Es Kopi Susu Kekinian untuk Segarkan Tenggorokan

Adi mencontohkan, tata cara seduh itu seperti es kopi susu. "Secara alam, Indonesia pas banget buat es kopi susu. Bisa dibilang ini yang merubah pola pikir orang tentang minum kopi," ungkap pria 43 tahun ini.

Berkat Tren Es Kopi Susu, Petani Robusta Banyak Dilirik PengusahaFoto: Thinkstock

Dulu, ada satu periode dimana orang menganggap kopi yang ditambah dengan gula itu salah. Kalau dulu orang melihat kedai atau kafe kopi dari mesin kopi merek tertentu. Kini Adi menyebut tempat ngopi kekinian harus punya cup sealer.

Meskipun begitu, Adi menilai ini adalah hal yang bagus. Buktinya kini ada perusahaan yang justru kekuatannya ada di es kopi susu dan buka outlet dimana-mana. "Bagus buat petani, pengusaha dan konsumen karena banyak pilihan," pungkasnya.

Meningkatnya tren es kopi susu, akhirnya banyak pengusaha kafe yang bermain dengan robusta. "Ini dapat membantu petani robusta mendapat exposure lebih. Karena dari satu dekade yang lalu, orang berpikir harus arabika. Padahal negara ini mayoritas hasilkan robusta.

Berkat Tren Es Kopi Susu, Petani Robusta Banyak Dilirik PengusahaFoto: iStock

Dengan adanya tren ini, petani robusta mendapat market lebih. "Kopi itu perjalanan, setiap daerah punya kopi berbeda-beda. Itu kekuatan dari negeri ini karena kita punya kopi dari ujung Barat sampai Timur, dimana mikro iklimnya sangat berbeda sehingga menghasilkan rasa yang berbeda," tutur Adi.

Ditanya soal tren es kopi susu, Adi menjawab "We never know".

Baca juga: Sore Ini Jajan Es Kopi Susu Enak Murah Meriah Dibawah Rp 20 Ribu (lus/odi)