Sajian Spesial Imlek

Kenapa Ikan Utuh Harus Ada dalam Menu Santapan Imlek?

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Rabu, 30 Jan 2019 11:40 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Santapan Imlek tak lepas dari beberapa menu wajib. Salah satunya ikan utuh yang punya filosofi baik dan harus dimakan sesuai aturan.

Hadirnya ikan dalam santapan Imlek tak jauh-jauh dari filosofi positif yang dilambangkan seafood populer ini. Ikan disebut 'Yu' atau 'Yoo' dalam bahasa China yang saat dilafalkan mirip kata 'keuntungan.'

Harapannya dengan memakan ikan, seseorang mendapat surplus atau untung di sepanjang tahun baru. Jenis ikan yang biasa dipakai adalah ikan crucian carp atau sejenis ikan mas, bandeng, dan lele.

Kenapa Ikan Utuh Harus Ada dalam Menu Santapan Imlek?Foto: iStock

Baca Juga: 10 Makanan yang Wajib Dicicipi Saat Perayaan Imlek di China

Ikan tersebut bisa diolah jadi sup, dikukus, atau dimasak dengan beragam bumbu. Yang paling populer adalah olahan ikan kukus dengan tambahan bahan seperti kol, cabe, atau saus cuka.

Menyajikan dan memakan ikan saat Imlek pun tak boleh sembarangan. Ikan dihidangkan dua kali, satu dimakan saat malam tahun baru dan satu lagi disantap sehari setelah tahun baru.

Cara makan seperti ini melambangkan harapan untuk mendapat keuntungan dari tahun ke tahun. Jika hanya ada satu ikan maka harus disantap dua kali. Yang pertama bagian kepala dimakan pada malam tahun baru kemudian setengah bagiannya dimakan sehari setelahnya.

Kenapa Ikan Utuh Harus Ada dalam Menu Santapan Imlek?Foto: iStock

Untuk menaruhnya, arahkan kepala ikan ke sesepuh atau tamu yang dituakan sebagai simbol rasa hormat. Selanjutnya dua orang yang menghadap kepala dan ekor ikan harus makan lebih dulu karena diyakini membawa keberuntungan.

Setelah mereka makan, barulah tamu lan bisa menikmatinya. Ucapkan kalimat 'niannian you yu' yang artinya 'Anda selalu mendapatkan lebih dari apa yang dibutuhkan'. Juga kalimat 'yu yue longmen' yang artinya 'semoga sukses dalam ujian.'

Baca Juga: Tteokguk hingga Dumpling Jadi Sajian Wajib Saat Imlek di Korea Selatan dan China

(adr/odi)