ADVERTISEMENT

Ronggeng dan Kain Kafan, Pelaris Bisnis Kuliner yang Banyak Dipakai

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Sabtu, 26 Jan 2019 12:06 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Ketatnya persaingan bisnis kuliner membuat beberapa penjual menggunakan jalan pintas. Mereka memakai jasa makhluk gaib untuk melariskan jualannya.

Umumnya para penjual warung akan pergi ke dukun atau 'orang pintar' yang mengerti mekanisme berbagai pelaris dengan makhluk gaib. Akun Instagram @kisahtanahjawa secara khusus mengungkap fenomena pelaris bisnis kuliner yang jamak dipakai.

1. Celana dalam bekas

Ronggeng hingga Kain Kafan, Pelaris Bisnis Kuliner yang Banyak DipakaiFoto: iStock

Terdengar menjijikkan, tapi ada pelaris yang mensyaratkan pemakaian celana dalam bekas untuk meningkatkan volume penjualan. Biasanya pengusaha kuliner yang memakai jasa ini adalah mereka yang punya gerobak di depan warung, lengkap dengan panci atau baskom sebagai tempat kuah untuk merebus bahan baku.

Konon pengusaha kuliner harus mencuri celana dalam bekas kemudian menyerahkannya pada dukun untuk 'diolah' dengan mantera tertentu. Energi dari kotoran celana dalam bekas itu dipercaya bisa membangkitkan kekuatan sosok jin negatif yang wujudnya cebol (manusia kerdil) berekor dan memiliki mata besar melotot. Makhluk inilah yang kabarnya akan buang air kecil di rebusan kuah hingga membuat rasanya lezat.

2. Kain kafan
Cara lain adalah dengan menggunakan potongan kain kafan pocong yang meninggal pada hari-hari tertentu. Biasanya pebisnis kuliner curang ini harus mencurinya di kuburan orang. Mereka turut mengambil tanah kuburan untuk diberikan pada dukun nantinya.

Dukun lalu memberikan kembali kain kafan dan tanah kuburan untuk si pebisnis kuliner. "Tanah kuburan disebarkan di sekitar tempat usaha, sedangkan kain kafan disimpan dan digunakan setiap hari untuk direndam di air yang nantinya dibuat sebagai kuah masakan serta air minum yang akan disajikan pada pembeli," tulis @kisahtanahjawa. Cara ini diyakini bisa memberi rasa nikmat pada makanan yang membuat pengunjung ketagihan.

Baca Juga: Tertangkap Kamera! Sosok Pocong di Rumah Makan yang Sedang Ramai

3. Ronggeng

Ronggeng hingga Kain Kafan, Pelaris Bisnis Kuliner yang Banyak DipakaiFoto: iStock

Bagi yang bisa melihat makhluk gaib, di beberapa tempat makan 'curang' muncul penampakan wanita sedang menari-nari. Sosok ini diyakini ronggeng yang berfungsi membuat orang terhipnotis datang lalu merasa ketagihan hingga datang lagi dan lagi ke sebuah tempat makan.

Awalnya pebisnis kuliner akan datang ke tempat dukun lalu diberikan media seperti air, beras kuning, atau beras ketan yang telah diberikan khodam jim dan cara untuk mengaktifkan mereka. Nantinya media itu disebarkan ke sekitar tempat usaha mereka. untuk menarik perhatian pengunjung. Para pebisnis kuliner juga harus 'memberi makan' jin khodam dengan sesaji selama kurun waktu tertentu. Misal 7 hari sekali, 35 hari sekali, atau saat bulan purnama.

4. Air rendaman luka
Pelaris yang satu ini terbilang menjijikkan karena memakai air rendaman luka dari mereka yang sakit borok, diabetes basah, atau kusta. Syarat tambahan berupa bongkahan garam dan lainnya.

Garam diolah dukun lalu diambil sedikit demi sedikit untuk dicampur air hangat. Air ini lalu digunakan merendam kaki penderita sakit kulit. Nah, airnya dijadikan campuran kuah berbagai makanan. Pelaris ini disebut banyu buthek alias air keruh. Kabarnya ini jenis pelaris paling top karena bisa membuat pengunjung begitu ramai karena merasa makanannya enak.

5. Mematikan bisnis kuliner pesaing

Ronggeng hingga Kain Kafan, Pelaris Bisnis Kuliner yang Banyak DipakaiFoto: iStock

Selain pelaris untuk meramaikan usaha sendiri, pebisnis kuliner curang biasanya turut menjatuhkan bisnis kuliner pesaing. Cara paling jamak adalah dengan membuat kesan bisnis kuliner mereka terlihat tutup padahal sebenarnya buka.

Media yang dipakai berupa tanah kuburan yang dicuri dari jenazah yang meninggalnya tak wajar. Pebisnis kuliner curang ini lalu juga harus berdialog dengan sosok jin qorin yang nampak. Setelah mengaktifkan tanah kuburan dengan ritual khusus, tanah ini ditaburkan ke lokasi target. Kalau di dapur biasanya akan membuat makanan menjadi cepat basi, sementara kalau di halaman depan akan menciptakan aura gelap pada tempat makan.

Baca Juga: Jangan Datang Sendirian! Di 5 Restoran Ini Bisa Makan Bareng Hantu

(adr/odi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT