Pedas Nendang! Ikan Pari Asap Kuah Santan Khas Bondowoso

Chuk Shatu W. - detikFood Minggu, 20 Jan 2019 11:57 WIB
Foto: Chuk Shatu W./detikcom Foto: Chuk Shatu W./detikcom
bondowoso - Di Jawa Tengah ikan pe atau ikan pari asap diolah jadi mangut. Di Bondoeoso, Jawa Timur juga ada sajian ikan pari ini. Gurih, pedasn menyengat!

Ikan Pari atau kerap disebut sebagai Ikan Pe merupakan jenis ikan laut yang bentuknya relatif aneh. Yakni memiliki bentuk tubuh pipih dan datar, ibarat selembar kain terbentang . Namun di ikan pe menjadi sajian kuliner enak gurih dan pedasnya nendang.

Seperti menu andalan yang ada di warung Wahyudi, di Kelurahan Badean, Bondowoso. Ikan pe asap kuah santan pedas. Menu ini terbilang unik. Ikan pe yang disajikan bukan digoreng atau dibakar sebagaimana lazimnya. Tapi diasap menggunakan asap yang berasal dari arang kayu.


Pedas Nendang! Ikan Pari Asap Kuah Santan Khas BondowosoFoto: Chuk Shatu W./detikcom

Proses pengolahan ikan pe asap kuah santan pedas ini sebenarnya cukup sederhana. Ikan pe yang sudah diasap lalu dibakar sebentar, untuk menghilangkan rasa amis.

Setelah itu, ikan pe asap yang sudah dipotong-potong tersebut dimasukkan ke dalam santan encer yang sudah dicampur bumbu lain dan cabe yang sudah digerus. Menjelang matang, dimasukkanlah daun kemangi sebagai penambah aroma segar.

Daging ikan pari yang lembut gurih punya aroma smoky yang sedap. Apalagi direndam kuah santan yang pedas menyengat. Sajian yang di Jateng dikenal sebagai mangut ini juga diyakini bisa bikin badan hangat segar.

Pedas Nendang! Ikan Pari Asap Kuah Santan Khas BondowosoFoto: Chuk Shatu W./detikcom
Adapun varian menu yang ada di warung Pa Wah (43), sapaan karib Wahyudi, cuma ada dua. Yakni lalapan ikan pe dan ikan pe asap kuah santan pedas. Tapi yang jadi andalan memang ikan pe asap kuah santan super pedas.

Cara penyajian ikan pe asap kuah pedas ini sebenarnya juga cukup sederhana. Sepiring nasi putih disajikan bersama semangkuk ikan pe berkuah santan super pedas. Namun begitu menyantapnya, dijamin langsung berkeringat saking pedasnya.

"Untuk rasa, tergantung permintaan. Bagi yang gak suka pedas, kami sediakan yang gak pedas. Tapi rata-rata pengunjung pasti minta yang pedas," tutur Pak Wah, saat ditemui detikfood di warungnya, Minggu (20/1/2019)

Menurut Pak Wah, ikan pe yang ada di warungnya itu sengaja didatangkan khusus dari daerah pantai utara Jawa Tengah, terutama Semarang. Karena konon katanya, terang Pak Wah, ikan pe yang berasal dari kawasan itu memang tidak terlalu amis aromanya.

"Ikan pe yang saya dapatkan sudah diasap setengah matang. Begitu sampai sini saya asap lagi hingga matang, sebelum dimasak dalam bentuk sajian," jelas Pak Wah.

Pedas Nendang! Ikan Pari Asap Kuah Santan Khas BondowosoFoto: Chuk Shatu W./detikcom

Sementara salah seorang pengunjung yang mengaku berasal dari Situbondo, Hairiyah (51), mengaku jika dia dan keluarganya memang penyuka masakan laut berbahan ikan pe. Terutama diolah pedas.

"Beberapa hari ini saya memang agak kurang enak badan. Alhamdulillah, setelah makan ikan pe pedas ini jadi serasa enteng," tutur Hairiyah, yang sengaja datang bersama keluarganya. Senada disampaikan pengunjung lainnya Nugroho, warga Tamanan, Bondowoso.

Pedas Nendang! Ikan Pari Asap Kuah Santan Khas BondowosoFoto: Chuk Shatu W./detikcom

Dia mengaku hampir seminggu dua kali menikmati ikan pe asap kuah pedas tersebut. Apalagi, menu tersebut relatif jarang atau tak pernah dijumpai di daerah Bondowoso dan sekitarnya.

"Awalnya saya tak pernah tau jenis ikan dan masakan tersebut. Tapi lama-lama kok ya enak juga. Apalagi rasanya pedas dan nendang," pungkas Nugroho, sembari mengusap ingusnya karena kepedasan.

(odi/odi)