Percaya atau Tidak? Keju yang Dibuat Dengan Alunan Musik Rasanya Lebih Enak

Devi Setya - detikFood Jumat, 09 Nov 2018 15:20 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Ahli keju beranggapan kalau keju diproduksi dalam ruangan sambil diputar alunan musik akan menghasilkan rasa yang lebih enak. Percaya atau tidak?

Dikabarkan Japan Today (9/11) seorang pembuat keju Swiss membuat percobaan unik. Ia menguji dampak alunan musik pada produk keju emmental yang ia buat. Sekilas memang terkesan konyol tapi percobaan ini sungguh dipraktekkannya.

Pembuat keju bernama Beat Wampfler memamerkan ratusan lingkaran keju di pinggir daerah Emmental di Swiss. Keju ini adalah hasil produksi pabrikan klasik di gedung yang sudah ada sejak abad ke-19.
Percaya atau Tidak? Keju yang Dibuat Dengan Alunan Musik Rasanya Lebih EnakFoto: Istimewa
Baca juga : Pencinta Keju, Telah Terbit Buku Ensiklopedia Keju Terlengkap

Wampfler sudah lama mengembangkan keju emmental dengan berbagai percobaan. Kali ini ia mengandalkan alunan musik yang menurutnya bisa membuat keju lebih lezat.

Dalam gudang penyimpanan bawahh tanah yang bersih, ada sembilan peti kayu berisi keju emmental. Di ruangan ini juga terdapat speaker kecil yang digunakan untuk memutar musik.

Terhitung sejak September, keju ini sudah 'mendengarkan' ratusan musik mulai beraliran rock seperti Red Zeppelin hingga musik hip hop A Trible Called Quest.

Percobaan ini diberi judul "Keju Sonic: pengalaman antara suara dan keahlian memasak" nantinya keju ini dilihat apakah musik mempengaruhi karakteristik dan rasa keju.

"Bakteri memiliki peran untuk pembentukan rasa keju, sementara enzim mempengaruhi kematangan keju. Saya yakin kalau kelembaban, suhu dan nutrisi bukanlah satu-satunya hal yang mempengaruhi rasa," kata Wampfler kepada AFP.
Percaya atau Tidak? Keju yang Dibuat Dengan Alunan Musik Rasanya Lebih EnakFoto: Istimewa
"Suara, gelombang ultrasound atau musik juga memberikan efek pada fisik keju," tegas Wampfler.

Terlebih adanya penelitian ilmiah soal pengaruh musik pada perkembangan tanaman, bahkan pada calon bayi yang diperdengarkan musik klasik dianggap punya kecerdasan lebih. Musik dapat menghadirkan perasaan, menjangkau orang-orang dan menggerakkan indra ke dalam perasaan emosi, dengan cara yang dapat membuat orang tersenyum, menangis atau melompat gembira.

Untuk melakukan percobaaan ini, Wampfler bahkan menggandeng Universitas seni di Bern. "Awalnya kami skeptis," kata Michael Harenberg, direktur musik universitas itu. "Kemudian kami menemukan ada bidang yang disebut sonochemistry yang melihat pengaruh gelombang suara, efek suara pada benda yang solid."

Mahasiswa di universitas juga membantu untuk melaksanakan program ini. Meskipun awalnya sempat ragu tapi percobaan ini akhirnya terus dilakukan.

Baca juga : Wouw! Pecahkan Rekor Dunia, Pizza Ini Pakai 150 Jenis Keju

Keju-keju emmental yang diperdengarkan alunan musik ini belum bisa dicoba. Rencananya baru akan dicicipi tahun depan. Jadi belum terlihat hasilnya apakah keju memiliki rasa yang berbeda atau sama saja.

"Apakah rasa keju lebih baik? Sulit untuk mengatakannya," kata Wampfler. Meskipun belum terlihat hasilnya, Wampfler berharap keju yang diperdengarkan musik hip-hop akan menjadi keju dengan rasa terbaik.

Kita tunggu saja, kabarnya keju ini akan dicicip pada 14 Maret 2019. Beberapa pencinta keju dan ahli keju akan mencicip dan membandingkan rasanya. (dvs/odi)