Hidangan China Populer

Ini Bedanya Hidangan Kanton, Hakka hingga Theo Chew

Dewi Anggraini - detikFood Senin, 15 Okt 2018 18:23 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
FOKUS BERITA Hidangan China Populer
Jakarta -
Ada 4 hidangan khas China yang populer populer di Indonesia, Kanton, Hakka, Theo Chew, dan Hokkien. Apa,ciri khas masing-masing hidangannya?

Tak semua sajian di restoran China merupakan sajian khas Kanton. Beberapa lainnya bisa jadi menyajikan hidangan dari beberapa wilayah lain di China. Seperti Hakka, Teochew hingga Hokkien.

Apa perbedaan keempatnya? Di mana Anda bisa mencicip sajian dari masing-masing hidangan tersebut? Berikut jawabannya.

1. Hidangan Kanton

Ini Bedanya Hidangan Kanton, Hakka hingga Theo ChewFoto: Istimewa
Masakan ini berasal dari provinsi Guangdong, China. Ciri khas sajian Kanton ialah memakai jenis daging yang beragam. Mulai dari daging ayam, sapi, bebek, katak, angsa hingga babi. Metode memasaknya pun lebih cepat. Seperti braising, double-boilling, dan deep frying.

Rasa hidangannya pun lebih kuat dan berani. Tak heran kalau ada banyak saus yang dipadu dalam masakannya. Seperti saus tiram, saus asam manis, saus kacang, dan lainnya.

Sajain khas Kanton mudah ditemui di banyak wilayah di Indonesia. Karena kebanyakan restoran khas China di sini menyediakan sajian khas Kanton. Salah satunya Restoran Trio

2. Hidangan Hakka

Ini Bedanya Hidangan Kanton, Hakka hingga Theo ChewFoto: Istimewa
Nama sajian ini juga diambil dari sebuah wilayah di China., provinsi Hakka. Kalau hidangan khas Kanton mengandalkan banyak bumbu untuk menghasilkan rasa yang lezat, hidangan Hakka justru mengandalkan bahan utama masakannya. Contohnya Braised Prok Belly yang disajikan dengan sawi hijau. Bumbu serta hiasan hanya dijadikan pelengkap sajian.

Dilansir Discovery Singapore (7/2), hidangan berbahan dasar sayurnya juga dikenal lezat. Umumnya dipadu dengan kacang-kacangan. Tampilannya sederhana namun sangat menggugah selera.

Ada banyak restoran yang sediakan masakan Hakka di Jakarta. Kebanyakan ada di wilayah Jakarta Utara dan Pusat. Seperti Hakka restaurant di Sawah Besar, Restoran Angke di wilayah Angke hingga Liyen Restaurant di wilayah Pecenongan.

3. Hidangan Hokkien

Ini Bedanya Hidangan Kanton, Hakka hingga Theo ChewFoto: Istimewa
Hidangan yang satu ini berasal dari provinsi Fujian, China. Sajiannya lebih ringan dan berfokus pada rasa umami. Metode memasaknya pun lebih sering menggunakan proses mengukus, merebus, braising (memasak perlahan), dan stewing (merebus perlahan). Sup jadi menu paling penting dalam sajian Hokkien. Salah satu hidangan populer Hokkien di Indonesia ialah bak Kut Teh (daging, tulang, teh) dan mie Hokkien.

Ada banyak restoran yang sajikan Bak Kut Teh enak. Rata-rata berada di wilayah Jakarta Utara dan Barat. Seperti Ta Chia, Bak Kut Teh 100 hingga Bak Kut Teh.

4. Hidangan Teochew

Ini Bedanya Hidangan Kanton, Hakka hingga Theo ChewFoto: Istimewa
Masakan Teochew sering disebut sebagai masakan Chazhou atau Chaoshan. Sajian ini berasal dari wilayah Chaoshan yang berada di bagian timur provinsi Guangdong. Bisa dibilang hidangan Teochew merupakan perpaduan dari hidangan Kanton dan Hokkien.

Sajiannya identik dengan tekstur yang lembut. Karena rata-rata dimasak dengan cara dikukus, direbus serta ditumis plus direbus. Seafood jadi bahan utama pembuatan sajian Theochew. Jadi jangan heran kalau ada banyak sajian yang dipadu dengan fishball dan fishcake. Yu Shang yang jadi menu spesial saat Imlek merupakan salah satu sajian khas Teochew.

Hidangan Theochew juga bisa didapat di restoran China yang berlokasi wilayah Jakarta Barat, Pusat, dan Utara. Seperti Teo Chew Palace serta Crystal Jade Teochew Restaurant.
(dwa/odi)
FOKUS BERITA Hidangan China Populer