Ayo Minum Kopi Indonesia

Kopi Bojongseungit Khas Sumedang Ditanam Siswa SMP PPN

Wisma Putra - detikFood Kamis, 04 Okt 2018 09:10 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Sumedang - Kopi Bojongseungit khas Sumedang yang sudah ada puluhan tahun lalu punya karakter unik. Budidaya kopi ini dipelajari khusus oleh siswa SMK PPN.

Kopi Jawa Barat dikenal hingga mancanegara. Melihat permintaan pasar yang cukup tinggi salah satu sekolah di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat memasukan budidaya kopi dalam kurikulum.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMK PPN Tanjungsari Supendi mengatakan, selain belajar melalui kurikulum yang sudah ditetapkan, para siswa juga belajar budidaya kopi dan mereka langsung terjun ke lapangan.

"Tempat belajar mereka di kebun, di kebun ini disediakan sebuah saung yang digunakan untuk pemberian materi. Setelah diberi materi mereka langsung ke kebun untuk belajar menanam kopi," kata Supendi saat ditemui detikcom di Kebun Kopi Bojongseungit yang berada di komplek SMK PPN Tanjungsari, Sumedang, Rabu (3/10/2018).


Kopi Bojingseungit Khas Sumedang Ditanam Siswa SMP PPNFoto: Wisma Putra/detikcom
Supendi mengungkapkan, masa tanam kopi bagusnya dilakukan pas memasuki musim hujan. Namun, karena cuca belum dapat treprediksi, siswa kelas 10 atau kelas satu SMK PPN Tanjungsari Jurusan Agribisnis Tanaman Perkebunan akan menanam kopi perdana pertengahan bulan Oktober ini.

"Jadwal tanam pertengahan bulan Oktober, ada atau tidak ada bukan harus menanam karena sudah waktunya. Sementara kami akan gunakan sumber air sumur yang ada di sini untuk menyiram tanaman kopi nantinya," ungkapnya.

Tidak hanya menanam, sebelumnya para siswa belajar pembibitan, penyemaian, penyapihan hingga pembuatan lubang untuk menananam kopi tersebut. Benih yang kini sudah disiapkan ada sekitar 500 batang, yang ditanam oleh sekitar 66 siswa dengan masing-masing menanam 5 batang tanaman kopi.

"Kopi tersebut akan ditanam di tanah seluas 1 hektare. Jarak dari satu lubang ke lubang lainnya sekitar empat meter, sedangkan diameter san kedalaman lubang itu sekitar 40 cm. Hal tersenut harus diperhatikan untuk perrumbuhan kopi tersebut," tururnya.

Kopi Bojingseungit Khas Sumedang Ditanam Siswa SMP PPNFoto: Wisma Putra/detikcom
Menurutnya, kopi yang dikembangkan oleh para Siswa SMK PPN Tanjungsari diberi nama Kopi Bojingseungit. Selain belajar menanam, para siswa juga belajar sejarah kopi di Sumedang.

"Di sini masih banyak pohon kopi yamg umurmya puluhan tahun atau setara dengan umur sekolah ini yang didirikan sekitar tahun 1914 lalu. Saat saya masih SMP juga, pohon kopi ini sudah ada. Dulunya wilayah ini sebelum banyak pemukiman merupakan perkebunam kopi dan teh. Dari sejarah ini mereka belajar kopi secara mendalam," jelasnya.

Pohon kopi yang memiliki umur tahunan itu tumbuh di sekitar komplek SMK PPN Tanjungsari. Ia menambahkan, pohon-pohon kopi itu yang dijadikan para siswa untuk praktek memetik kopi.

Kopi Bojingseungit Khas Sumedang Ditanam Siswa SMP PPNFoto: Wisma Putra/detikcom

"Enggak mungkin mereka nanam terus tanaman kopi yang mereka tanam lamgsung berbuah, nah jadi mereka belajar metik kopi di pohon-pohon ini, meskipun sudah tua tapi masih produktif dan berbuah," tambahya.

Tidak hanya panen, pasca panen pun seperti pembibitan, bibitnya berasal dari pohon-pohon kopi tersebut. "Bibitnya juga ngembangin sendiri," pungkasnya.

(odi/odi)