Legit Miroso! Bebek Bacem Bu Waliyem yang Selalu Bikin Kangen

Ayu Rifka Sitoresmi - detikFood Selasa, 14 Agu 2018 14:00 WIB
Foto: Ayu Rifka Sitoresmi/detikcom
FOKUS BERITA Terbaik dari Indonesia
Sleman - Bebek goreng jadi ikon Surabaya. Sleman juga punya bebek bacem yang rasanya manis gurih. Dimakan dengan kol dan dicocol sambal bawang makin enak rasanya.

Kalau bebek goreng kremes atau bebek bakar sudah jadi menu populer di Jawa Timur dan Jakarta. Daerah Sleman, tepatnya di Pasar Ngino ada bebek bacem yang terkenal enak.

Dijual di warung bebek bacem Bu Waliyem. Hampir selalu padat pengunjung isetiap hari, apalagi pada jam makan siang. Lokasinya ada di Nglawisan, Desa Margoagung, Kecamatan Seyegan, Sleman, Yogyakarta.

Termasuk warung makan legendaris, karena sudah adai sejak tahun 1985. Daya pikat warung ini terletak pada bebe bacem yang dari dulu tak pernah berubah tampilan dan rasanya.


Legit Miroso! Bebek Bacem Bu Waliyem yang Selalu Bikin KangenFoto: Ayu Rifka Sitoresmi/detikcom

Bebek bacem ini dirintis oleh Bu Waliyem, dengan tetap mempertahankan resep dan cara memasak tradisional. Penggunaan kayu bakar menjadi resep rahasia dari bu Waliyem agar masakannya terasa sedap.

Warna bebek yang cokelat tua disebabkan oleh proses bacem. Proses memasak yang memakai api kecil dan lama atau 'slow cooking'. Proses memasak bebek ini butuh waktu 3 jam hingga bumbu meresap sempurna dan dagingnya empuk.

Bumbunya tak beda dengan bumbu bacem. Berupa daun salam, lengkuas, jahe, ketumbar, kemiri, bawang putih, bawang merah, dan gula Jawa. Santan dipakai sebagai perebus sehingga menghasilkan rasa yang legit.

Legit Miroso! Bebek Bacem Bu Waliyem yang Selalu Bikin KangenFoto: Ayu Rifka Sitoresmi/detikcom

Proses memasak yang lama ini membuat bebek berwarna kecoklatan dan dagingnya empuk ketika digigit. Empuk legit daging bebek ini terasa makin enak ketika dicocol sambal bawang yang pedas nendang. Kombianasi pedas, manis, gurih enak di lidah. Apalagi kalau disuap dengan lalap daun singkong atau kubis. Mantap!

"Saya menggunakan bebek tua atau istilah orang sini bilangnya bebek pekiran (afkiran). Yang paling enak buat masakan bacem, bebek yang betina yang sudah tidak lagi bisa bertelur," ujarnya.

Dalam satu hari bu Waliyem menghabiskan 10 ekor bebek betina. Ketika hari pasar,setiapWage dan Legi dalam penanggalan Jawa, bu Waliyem bisa menghabiskan 40 sampai 50 ekor bebek dalam sehari.

"Bebek bacem ini yang cepat sekali habis, terkadang jam 3 sore sudah habis," jelasnya.

Memasak 'bacem' atau 'baceman' merupakan gaya khas Yogya. Dengan rasa legit nan gurih inilah bebek bacem Pasar Ngino sering dicari pecinta kuiner. Tak heran meski warungnya kecil, tempat makan ini disesaki pembeli.

Legit Miroso! Bebek Bacem Bu Waliyem yang Selalu Bikin KangenFoto: Ayu Rifka Sitoresmi/detikcom

Bagi yang penasaran akan kelezatan bebek bacem bisa datang melalui Jalan Kebon Agung. Mudahnya dari terminal Jombor ambil arah ke barat hingga menemukan Pasar Margokaton. Dari pasar ini keramiaan telah nampak dan kita tinggal ambil arah ke kanan hingga sampai di Pasar Ngino.

Selain bebek bacem ada berbagai macam lauk dan sayuran. Ada ayam kampung bacem, belut goreng, udang goreng kecil, wader goreng, lele mangut. Aneka sayur dari daun singkong, tahu kacang polong, dan yang paling favorit sayur kubis.

Untuk harganya relatif murah dengan Rp 20.000 Anda sudah mendapatkan nasi, sayur, bebek bacem menthok (dada bebek), ikan wader dan es teh. Warung makan bu Waliyem ini buka setiap hari dari jam 06.00-18.00 WIB.




Tonton juga video: 'Pedas Manis Bebek Bacem Plus Sambal Bawang'

[Gambas:Video 20detik]

(odi/odi)
FOKUS BERITA Terbaik dari Indonesia