Tahun Depan, Saham Restoran Milik Salt Bae Akan Dijual ke Pasar Saham

Lusiana Mustinda - detikFood Jumat, 19 Jan 2018 18:30 WIB
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Tak hanya resto fast food tetapi restoran steak juga menjual saham ke publik. Seperti resto milik Salt Bae yang segera melantai di pasar saham.

Miliarder asal Turki, Ferit Sahenk menawarkan sebagain bisnis restorannya untuk mendapatkan IPO atau Initial Public Offering. Dalam bahasa ekonomi, IPO merupakan proses pertama kali ketika sebuah saham dijual kepada masyarakat umum, oleh perusahaan yang go public.

Baca juga: Tak Hanya Menaburi Garam ke Daging, 'Salt Bae' Unjuk Kebolehan Membuat Carpaccio

Tahun Depan, Saham Restoran Milik Salt Bae Akan Dijual ke Pasar Saham Foto: Istimewa

Perusahaan investasi bernama Sahenk Dogus Holding AS saat ini sedang bekerja sama dengan para penasihat untuk menyusun beberapa restoran di bawah Dogus Restaurant Entertainment and Management ke unit terpisah.

Restoran yang disebut akan ber spin-off ini salah satunya adalah waralaba restoran Jepang Zuma dan restoran steak Nusr-Et yang dikenal sebagai chef milik Salt Bae.

Restoran steak Nusr-Et ini semakin populer ketika Nurset Gokce meroket usai video dirinya menyiapkan steak Ottoman menjadi viral. Dengan gerakan khasnya ia menaburi garam ke daging steak. Salt Bae juga makin populer karena dekat dengan banyak tokoh ternama dunia. Setelah berhasil menjamu Leonardo DiCaprio, ia baru-baru ini disambut hangat oleh King Abdullah II saat berkunjung ke Yordania.

Begitu spin-off selesai dilakukan, unit baru itu dapat menjual obligasi berdenominasi dollar pada akhir tahuh ini dan kemduian IPO di London pada tahun 2019. Menurut situs D.ream diketahui bisnis restoran telah mengoperasikan beberapa gerai termasuk Da Mario, Fenix, Coya, Gina dan Gunaydin.

"Makanan dan minuman adalah area yang sangat kami fokuskan dan berkembang dengan cepat," jelas Dogus Holding dalam sebuah pernyataan mellaui email.

Tahun Depan, Saham Restoran Milik Salt Bae Akan Dijual ke Pasar Saham Foto: Istimewa

"Kami memiliki berbagai rencana untuk lebih mendukung pertumbuhan ini. Tahun 2018 akan menjadi tahun dimana kita akan menerapkan sesuatu yang berorientasi pada pertumbuhan. Kami akan melakukan banyak pekerjaan di bidang makanan dan minuman tahun ini," tulis penjelasannya.

Sahenk, yang pernah menjadi orang terkaya di Turki terlah menghabiskan banyak uang untuk restoran, marina dan hotel setelah menjual 31 persen sahamnya di Turkiye Garanti Bankasi AS ke Banco Bilbao Vizcaya Argentaria SA dengan hampir $5,5 billion atau Rp 733 triliun. Salah satu investasi terbesar Dogus Holding adalah pengembangan Galataport, pelabuhan pelayaran dan kompleks pusat perbelanjaan di Bosporus, Istanbul seharga $1,5 juta atau Rp 20 miliar.

Saham Dogus Oto dan Dogus Gayrimenkul Yatirim yang juga merupakan bagian dari Dogus Holding, melonjak. Dogus Oto naik sebanyak 4,8 persen, kenaikan terbesar sejak 8 November, sementara Dogus GYO naik 9,3 persen.

Data terbaru dalam situsnya, kerugian di Dogus Holding yang juga memiliki saham di hotel, penjualan mobil, televisi, keuangan, konstruksi dan energi melebar menjadi 1,48 miliar liras atau sebesar Rp 5,2 triliun pada paruh pertama di tahun 2017 dari 276 juta liras atau Rp 970 miliar kerugian di tahun sebelumnya. Total kewajiban perusahaan adalah 26,1 miliar liras atau Rp 919 triliun pada akhir Juni.

Dikatakan oleh Chief Executibe Dogus Holding, Sahenk yang juga memiliki distributor tunggal Volkswagen AG di Turki, sedang membicarakan untuk menjual saham di beberapa aset dan bisa mencapai kesepakatan untuk satu atau lebih tahun ini. Dan perusahaan ini juga ingin meningkatkan jumlah hotel menjadi 25 dalam tiga tahun dari yang dimiliki sekarang yaitu 19.

Menurut broker lokal Is Yatirim, perusahaan Turki diperkirakan akan mengumpulkan sekitar $ 4 miliar atau Rp 53 triliun dari IPO tahun ini.

Baca juga: Salt Bae Iris Daging dengan Goyangan Despacito hingga Pola Makan untuk Umur 100 Tahun (lus/odi)