Waduh! Banyak Cakwe Ditemukan Mengandung Aluminium dan Bahan Pelentur

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Senin, 11 Des 2017 14:30 WIB
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Cakwe jadi camilan gurih populer di Shanghai. Tapi sayangnya kini ditemukan banyak cakwe tinggi kandungan logam dan bahan kimia di sana.

Dilaporkan Shanghaiist (8/12), hasil pemeriksaan Shanghai Consumer Council menunjukkan banyak cakwe di gerai restoran populer mengandung aluminium dan plasticizer yang membuat teksturnya lentur. Termasuk diantaranya cakwe McDonald's, KFC dan Taoyuan Village.

Baca Juga: Empuk Renyah Cakue dan Kue Bantal untuk Camilan

Waduh! Banyak Cakwe Ditemukan Mengandung Aluminium dan Bahan PelenturFoto: iStock

Shanghai Consumer Council menguji coba 29 sampel cakwe dari 25 restoran. Hasilnya, 11 tempat membuat cakwe dengan kandungan aluminium lebih tinggi 6.1 miligram per kilogram adonan dari jumlah yang dianjurkan. Aluminium sering dipakai sebagai bahan tambahan pangan dan menggantikan baking powder untuk mengembangkan adonan.

Namun konsumsi aluminium berlebihan bisa bahayakan kesehatan. Shanghai Food and Drug Administration menyebut efek sampingnya bisa merusak sistem saraf. WHO bahkan mengatakan kelebihan 2 miligram aluminium per kilogram adonan sudah bisa dikategorikan tidak aman konsumsi.

Baca Juga: Wee Nam Kee: Enaknya Makan Nasi Ayam Hainan dan Cakwe Isi Seafood

Waduh! Banyak Cakwe Ditemukan Mengandung Aluminium dan Bahan PelenturFoto: iStock

Ditambah lagi, dua gerai McDonald's di Shanghai memakai plasticizer di adonan cakwenya. Plasticizer adalah bahan kimia yang membuat adonan cakwe elastis dan mudah dibuat menjadi beberapa bentuk.

Meski penggunaannya diizikan sebagai bahan tambahan pangan, tapi jika plasticizer sering dan berlebihan dikonsumsi bisa mengacaukan hormon seseorang.

Para pejabat terkait juga mengumumkan adanya kandungan lemak jenuh yang tinggi pada cakwe. Namun fakta terakhir ini tidak terlalu mengejutkan mengingat cakwe dibuat dari tepung terigu dan digoreng dalam banyak minyak.

(adr/adr)