10 Kebiasaan Buruk di Dapur Ini Sebaiknya Tak Dilakukan Lagi (2)

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Minggu, 22 Okt 2017 12:30 WIB
Foto: Memasak bersama Foto: Memasak bersama
Jakarta - Ada banyak kebiasaan buruk di dapur yang mungkin masih Anda lakukan hingga sekarang. Mulai dari tidak mengikuti resep saat membuat kue hingga membiarkan makanan dalam wajan terlalu penuh.

Mashed (20/10) merangkum kebiasaan-kebiasaan buruk di dapur yang masih sering dilakukan banyak orang. Jika Anda salah satu yang masih melakukan banyak hal ini, sebaiknya segera berhenti melakukannya.

6. Salah menyimpan makanan

10 Kebiasaan Buruk di Dapur Ini Sebaiknya Tak Dilakukan Lagi (2)Foto: Istimewa

Simpan menyimpan bahan makanan kelihatannya sepele tapi hal ini perlu dilakukan dengan tepat agar bahan makanan awet. Roti dan tomat, misalnya, sebaiknya tidak disimpan di kulkas.

Sementara kentang, bawang putih dan bawang sebaiknya disimpan di area dapur yang tidak terkena matahari langsung namun punya ventilasi yang bagus. Kalau kopi bisa ditaruh di wadah kedap udara dan disimpan di lemari dapur. Begitu juga dengan madu yang paling bagus disimpan di suhu ruang.

7. Tidak mengistirahatkan daging

10 Kebiasaan Buruk di Dapur Ini Sebaiknya Tak Dilakukan Lagi (2)Foto: Istimewa

Kunci kelezatan steak adalah membiarkan daging sebentar usai dipanggang, sebelum memakannya. Menurut Food Lab di Serious Eats, steak kehilangan setidaknya 13% berat asli daging selama proses pemasakan. Jika Anda langsung memotongnya panas-panas, angka ini bertambah 9%.

Satu porsi steak butuh setidaknya diistirahatkan sekitar 10 menit. Untuk potongan daging lebih besar seperti prime rib bisa samapai 45 menit. Cara paling mudah mengetahui suhu terbaik daging untuk dinikmati adalah dengan menggunakan termometer daging. Daging siap dipotong jika suhunya sudah 120 F atau sekitar 48 C.

8. Wajan atau panci terlalu penuh

10 Kebiasaan Buruk di Dapur Ini Sebaiknya Tak Dilakukan Lagi (2)Foto: Istimewa

Memperhatikan besaran wajan atau panci saat memasak juga penting. Hindari mengolah terlalu banyak makanan dalam wajan atau panci mungil. Memasak pasta dalam panci yang terlalu kecil, misalnya, bisa membuat pasta tidak matang sempurna dan berair. Pasalnya pasta butuh ruang untuk 'bergerak.'

Hal sama juga berlaku pada penggunaan wajan. Jika Anda memasukkan sayuran, daging dan mie dalam jumlah banyak, tingkat kematangan makanan akan tumpang tindih. Menghasilkan makanan yang harusnya renyah atau kecokelatan menjadi lembab dan tidak berwarna. Prinsipnya, beri ruang untuk makanan 'bernafas.'

9. Tidak mengasah pisau

10 Kebiasaan Buruk di Dapur Ini Sebaiknya Tak Dilakukan Lagi (2)Foto: Istimewa

Pisau tajam tentu mempermudah pekerjaan di dapur. Tak hanya itu, penggunaan pisau tajam juga meminimalisir risiko celaka saat Anda memaksakan memotong makanan dengan pisau tumpul. Untuk menjaga ketajamannya, Anda perlu mengasah pisau secara rutin. Kira-kira tiap setiap sebulan sekali.

10. Menggunakan spons kotor

10 Kebiasaan Buruk di Dapur Ini Sebaiknya Tak Dilakukan Lagi (2)Foto: Istimewa

Kesalahan yang juga sering dilakukan adalah memakain spons cuci piring kotor. Padahal penggunaan spons kotor sangat berbahaya bagi kesehatan karena spons bisa jadi sarang bakteri.

Menurut pakar pembersihan, sebaiknya spons tidak dipakai lebih dari 1 bulan atau sekitar 30 kali pemakaian. Untuk menjaga kebersihan spons, Anda bisa mencucinya dengan air panas. Namun cara terbaik adalah dengan mengganti spons secara rutin. (lus/odi)