Tolak "Bullying", Burger King Buat Iklan Kampanye Ini

Lusiana Mustinda - detikFood Jumat, 20 Okt 2017 14:00 WIB
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Oktober menjadi bulan National Bullying Prevention. Burger King bekerjasama dengan NoBully.org untuk membuat proyek iklan yang cegah bullying.

Kampanye anti bullying yang dicanangkan oleh gerai burger ini menggambarkan sebagai "pembukaan mata" terhadap masalah. Kampanye yang dikenal dengan "Bullying Junior", dimulai setelah anak sekolah menengah menceritakan kisahnya ke kamera dan data statistik yang mengejutkan bahwa 30 persen siswa di seluruh dunia terhadap bullying setiap tahunnya.

Baca juga: Burger King Manjakan Penyuka Pedas dengan Angriest Whopper

Burger King salah satu gerai burger tenama di Dunia.Burger King salah satu gerai burger tenama di Dunia. Foto: NY Post


Dalam iklan tersebut, tampak sekelompok pengganggu (aktor bayaran) sedang membully seorang siswa sekolah menengah (yang juga aktor) di dalam gerai Burger King. Adegan pertama, mereka menggoda dan mendorongnya lalu mereka menuangkan minuman ke makanannya.

Siswa yang alami bullying meminta mereka untuk berhenti. Sementara pengunjung (bukan aktor) yang berada di situ terlihat mengabaikan apa yang terjadi pada anak laki-laki tersebut. Dikutip dalam Fox News (19/10) dalam iklan tersebut terlihat seorang staf (yang juga aktor) terlihat "membully" dengan memberikan Whopper Jr. yang sudah hancur. Burger ini diberikan pada pelanggan yang tidak menaruh perhatian pada seorang anak yang di bully.

Begitu pengunjung menerima makanan yang mereka pesan, "95 persen pelanggan melaporkan bahwa Whopper Jr yang ia pesan tidak sesuai," kepada staf. Namun statistik tersebut disandingkan dengan hanya "12 persen" pelanggan yang mendatangi dan memberikan nasihat serta perhatian kepada sang anak tersebut.

Tolak bullying, Burger King membuat kampanye anti bullying.Tolak bullying, Burger King membuat kampanye anti bullying. Foto: Thinkstock

"Kami tahu bahwa bullying mengambil banyak bentuk fisik, verbal, relasional dan online. Tapi langkah pertama untuk mengakhiri bullying adalah dengan mengambil sikap menentang," tutur CEO sekaligus pendiri NO BULLY, Nicholas Carlisle. Carlisle mengharapkan dengan adanya hal ini dapat membawa kesadaran positif terhadap isu-isu penting. "Anda harus memulai dari suatu tempat dan mereka memilih untuk memulai dari awal," ujarnya.

Ini bukan pertama kalinya Burger King bekerja melakukan kampanye ini. Di tahun 2015, kampanye "Whopper Provocation".

Baca juga: Chicken Fries Rasa Cheetos yang Unik di Burger King Amerika

[Gambas:Youtube]

(lus/odi)
Load Komentar ...