Usai Nonton ICC, Jajan Enak di Katong Mulai Rp 5 Ribu

Femi Diah - detikFood Selasa, 01 Agu 2017 07:48 WIB
Foto: detikcom Foto: detikcom
Jakarta - International Champions Cup (ICC) dihelat bersamaan dengan Singapore Food Festival. Ada suguhan jajanan lawas serba 50 sen dan bisa makan enak di Katong.

ICC Singapura sudah ditutup pada Sabtu (299/7/2017). Inter milan menjadi tim tersukses dengan dua kali kemenangan di National Stadium. Nerazzurri menang atas Bayern Munich kemudian berhasil mengalahkan Chelsea.

Setelah menikmati pertandingan-pertandingan atau sembari menunggu jeda satu pertandingan ke pertandingan lainnya dalam turnamen segitiga itu, pelancong bisa menjajal sensasi makanan peranakan di China Town.

Baca Juga: ICC Singapura Bonus Great Sale dan Festival Jajanan Sajian Teh

Usai Nonton ICC, Jajan Enak di Katong Mulai Rp 5 RibuFoto: detikcom

Istimewanya jajanan ditawarkan dengan harga serba 50 sen atau setara dengan Rp 5 ribu. Bersama Singapore Tourism Board, kami napak tilas kawasan peranakan Joo Chiat Road. Ini bukan di area China Town., tapi di Katong, dekat dengan Kampung Gelam yang didominasi warga muslim Singapura.

Sepanjang Joo Chiat, kami disuguhi kuliner, baik makan besar atau pun jajanan, juga penampakan gedung-gedung kuno yang masih terawat sangat baik. Untuk urusan makanan dan jajanan peranakan tak terlalu berbeda dengan yang dijumpai di Jakarta.

Kami mencicipi ikan asam manis, ayam pongteh, dan chap chye di Artiste Residency. Tempat makan ini gampang ditemukan dengan penanda sebuah patung berwarna emas yaitu salah satu Sultan Pahang, Sultan Abubakar.

Usai Nonton ICC, Jajan Enak di Katong Mulai Rp 5 RibuFoto: detikcom

Citarasa ikan asam pedas Nonya ini mirip dengan gulai. Berkuah merah oranye dan pekat. Rasa kecutnya berasal dari asam Jawa. Potongan ikan tenggirinya terasa gurih kenyal. Adapun ayam pongteh mirip dengan ayam semur dengan potongan kentang. Yang membedakan pemakaian tauco dalam bumbunya. Warna cokelatnya didapat dari gula Melaka atau gula Jawa bukan dari kecap manis seperti semur.

Tapi, untuk chap cye justru berbeda dengan cap cay Indonesia. Meskipun sama-sama memakai sayuran. Tetapi aneka jamur, kembang tahu dan suun serta ebi dalam bumbunya membuat sajian ini terasa lebih gurih.

Tiga menu tersebut kami dinikmati dengan nasi dan sambal. Bersantap di atas tok panjang, sebuah meja panjang yang bisa digunakan untuk makan bersama-sama 24 orang. Acara makan komunal ini benar-benar asyik!

Usai Nonton ICC, Jajan Enak di Katong Mulai Rp 5 RibuFoto: detikcom

Usai makan besar, kami diajak untuk berburu jajan pasar. Ondeh-ondeh, kue lapis, dan kue ku gampang ditemukan di kawasan ini. Ondeh-ondeh itu mirip klepon, hanya saja tampil dengan warna-warni.

"Ondeh-ondeh ini biasa dinikmati saat kumpul keluarga. Dalam tradisinya dibuat warna-warni karena dipercaya bisa menumbuhkan kegembiraan," kata Helen Lim, pewaris Ng Eng Teng, pendiri restoran yang kini disebut Artiste Residency itu.

Usai Nonton ICC, Jajan Enak di Katong Mulai Rp 5 RibuFoto: detikcom

Setelah mencicipi makanan dan jajanan itu, kami berkeliling jalanan Joo Chiat Road. Bangunan kuno dengan dua atau tiga lantai mendominasi jalanan yang kami susuri. Perjalanan diakhiri di Rumah Kim Choo.

Dari depan, rumah ini terlihat seperti toko souvenir. Beragam barang khas peranakan bisa didapat. Mulai dari kebaya encim, sarung, selop, hingga aneka peralatan rumah tangga. Mangkuk porselen, rantang hingga alat masak.

Di lantai dua, beragam benda-benda khas peranakan ditata rapi. Seperti rumah keluarga peranakan. Ruang tamu, ruang keluarga, ruang tidur hingga beragam hiasan rumah bisa dilihat. (iah/odi)
Load Komentar ...