Dikabarkan Food & Wine (12/5), restoran Cure di Pennsylvania tengah menghadapi protes aktivis binatang. Hal ini dipicu sang chef yang menyajikan daging kuda mentah dalam acara spesial restoran.
Kala itu, chef restoran berkolaborasi dengan chef asal Kanada dalam membuat "Beast & Home of the Brave." Sajian ini berupa tartar kuda yang disajikan dengan tiram, lobster dan elk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: iStock |
Tak seperti di Kanada dimana makan daging kuda adalah hal yang bisa diterima, di Amerika hal ini berbeda. Kebanyakan warganya masih berpikir kuda sebagai hewan peliharaan, bukan untuk dikonsumsi.
"Saat ini kami melihat kuda sebagai hewan peliharaan sama seperti anjing dan kucing," ujar Joy Braunstein, aktivis binatang. Ia mengaku terkejut dan marah saat mengetahui Cure membuat sajian daging kuda.
Sayangnya kekecewaan Braunstein harus berlanjut karena di Amerika termasuk Pennsylvania tak ada larangan konsumsi daging kuda. Pada tahun 2011 sempat ada larangan pemotongan daging kuda untuk konsumsi manusia, namun aturan ini tak berlanjut.
Foto: Food & Wine |
Menanggapi hal ini, restoran Cure memberi klarifikasi. "Kami mengadakan jamuan makan malam kolaboratif bersama chef dai Kanada. Salah satu menunya termasuk tartar kuda yang merupakan sajian tradisional Quebecois."
Pihaknya melanjutkan, "Daging kuda yang dipakai berasal dari peternakan berkelanjutan di Alberta, Kanada. Sajian ini hanya tersedia untuk satu malam dan bukan bagian menu tetap Cure."
Atas hal ini, Braunstein membuat petisi online yang ditujukan untuk pemerintah Pennsylvania. Isinya meminta pemerintah melarang restoran manapun menyajikan daging kuda. (msa/odi)

Foto: iStock
Foto: Food & Wine
KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN