Hati-hati! Ini 10 Area Penuh Bakteri di Supermarket (1)

Hati-hati! Ini 10 Area Penuh Bakteri di Supermarket (1)

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Senin, 27 Mar 2017 16:58 WIB
Hati-hati! Ini 10 Area Penuh Bakteri di Supermarket (1)
Foto: iStock
Jakarta - Supermarket lebih bersih dari pasar tradisional. Tetapi bukan berarti bebas bakteri. Ada area tertentu yang jadi sarang bakteri.

Cegah sakit dengan menjaga higienitas saat berbelanja di supermarket. Gunakan hand sanitizer, tisu basah, atau plastik ketika bersinggungan dengan area-area tertentu. Dikutip dari Today (25/3), Dr. Charles Gerba menjelaskan lebih lanjut soal area yang paling berbakteri di supermarket. Sekaligus memberi tahu cara mencegah paparan bakteri.

1. Pegangan troli

Foto: iStock
Perputaran pemakaian troli di supermarket begitu sering, terlebih jika sedang di hari-hari ramai. Hal ini memungkinkan kuman di pegangan troli berlipat ganda dan berpindah tangan.

"80 persen kuman ditransmisikan lewat tangan, maka tak heran pegangan troli dipenuh bakteri," ujar Gerba. Ia menyarankan agar pegangan troli dilap menggunakan tisu basah sebelum dipakai.

2. Tempat duduk anak di troli

Foto: iStock
Mendudukkan anak di troli memang membuat belanja lebih nyaman. Tetapi waspadai bakteri yang menempel karena bisa saja anak yang menduduki sebelumnya meninggalkan bakteri. Bisa dari pampers basah, air liur bayi, atau ingusnya. Gerba menyarankan selalu mengelap area troli yang dipakai untuk menduduki anak.

3. Area buah dan sayur

Foto: iStock
Banyak orang terbiasa menyentuh atau memencet buah dan sayur sebelum membelinya. Gerba menjelaskan buah dan sayur yang sudah terkelupas atau terpotong lebih mungkin terpapar bakteri. "Karenanya pilih buah dan sayur yang kondisinya masih bagus," jelas Gerba.

4. Tempat daging mentah

Foto: GettyImages
Ketika belanja daging sapi, unggas, atau seafood, pilih yang kemasannya dingin saat disentuh. Jika kemasan daging sudah robek atau bocor, jangan membelinya karena bakteri bisa masuk dengan mudah. Gerba berujar, "Balut produk daging dengan kantung plastik sebelum ditaruh di keranjang atau troli." Cara ini mencegah kontaminasi silang antara daging dengan bahan makanan segar lainnya.

5. Makanan kaleng

Foto: iStock
Organisasi kesehatan masyarakat dan keamanan, NSF International merekomendasikan mengecek makanan kaleng sebelum dibeli. Pilih kemasan kaleng yang masih prima alias tidak penyok, bocor, atau rusak. Kemasan berkualitas buruk bisa menandakan makanan tersebut sudah terkontaminasi bakteri termasuk Clostridium botulinum yang menyebabkan botulisme. Gerba turut menyarankan mengelap bagian atas makanan kaleng sebelum dibuka.
Halaman 2 dari 6
(lus/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads