Begini Dampak Pemanasan Global pada Apel, Daging dan Kopi (2)

Begini Dampak Pemanasan Global pada Apel, Daging dan Kopi (2)

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Selasa, 14 Mar 2017 13:57 WIB
Begini Dampak Pemanasan Global pada Apel, Daging dan Kopi (2)
Foto: iStock / Getty Images
Jakarta - Masalah pemanasan global kian serius. Tak hanya membuat suhu di bumi makin panas, produksi bahan makanan ini ikut terganggu.

Pisang, alpukat, apel dan lemon adalah contoh buah yang terkena dampak pemanasan global. Alpukat, misalnya, produksinya berkurang karena panas ekstrem dan kondisi kering.

6. Kopi

Foto: iStock
Bukan tidak mungkin ke depannya harga kopi semakin mahal. Sebuah laporan yang diterbitkan 80 peneliti memperingatkan dua pertiga lahan pertanian kopi di Afrika akan rusak pada tahun 2100. Kekeringan dan tingginya temperatur telah membuat produksi kopi dunia terganggu. Termasuk di Brazil, Guatemala, dan Ethiopia.

7. Kakao

Foto: Hasan Alhabshy
Pohon kakao yang merupakan bahan baku cokelat sangat sensitif terhadap perubahan suhu. Meski pohon ini bisa bertahan dari masalah suhu, pohon kakao kemungkinan besar akan rusak akibat menurunnya kelembaban tanah atau disebut evapotranspirasi.

Peneliti menemukan 89,5% wilayah perkebunan cokelat Atewa Range di Ghana yang merupakan wilayah produktif penghasil kakao dunia akan kurang cocok untuk menanam kakao di tahun 2050.

8. Lemon

Foto: iStock
Lemon dan buah citrus lainnya tergolong 'mahir' beradaptasi dengan masalah kenaikkan temperatur. Tetapi peningkatan temperatur yang drastis bisa membuat buah asam segar ini lebih cepat matang. Akibatnya lemon terasa pahit dan tidak bisa dimakan.

9. Susu

Foto: iStock
Sebuah laporan tahun 2015 menyoroti bagaimana perubahan cuaca berdampak pada industri susu di wilayah bersuhu ringan seperti Eropa dan Amerika Serikat. Sapi-sapi dilaporkan rentan stress akibat panas sehingga produksi susu dan reproduksinya terganggu.

10. Kentang

Foto: iStock
Diperkirakan dalam 2 dekade ke depan, lahan penanaman kentang berkurang antara 18-32 persen. Hal ini mungkin berpengaruh besar pada masyarakat Asia yang banyak mengonsumsi kentang sebagai makanan utama.
Halaman 2 dari 6
(adr/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads