Makan Malam Lebih Awal Bisa Bantu Turunkan Berat Badan

Annisa Trimirasti - detikFood Jumat, 13 Jan 2017 07:28 WIB
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - Jadwal makan harian tiap orang berbeda. Penelitian sebut makin awal makan malam metabolisme makin baik.

Sekarang, ada lebih banyak bukti bahwa kontrol berat badan bukan hanya dipengaruhi oleh apa yang Anda makan tapi juga kapan Anda makan. Studi baru menemukan orang yang menyelesaikan jadwal makan hariannya lebih cepat akan tidak lapar dan bakar lebih banyak lemak. Dibandingkan mereka yang menyelesaikan jadwal makan lebih larut.
Makan Malam Lebih Awal Bisa Bantu Turunkan Berat BadanFoto: iStock

Jadwal makan adalah waktu sarapan, makan siang dan malam. Makin awal waktu makan malam makin baik, sebaliknya makin larut melakukan makan malam kurang baik untuk berat badan.

Courtney Peterson selaku penulis studi dan asisten profesor jurusan Ilmu Nutrisi di Univeristas Alabama, Birmingham, mengatakan bahwa dibutuhkan lebih banyak penelitian mengenai hal tersebut. Namun hasil penelitiannya kali ini menunjukkan waktu makan berpengaruh penting.

"Lebih cepat Anda dapat menyelesaikan jadwal makan harian bahkan jika Anda tidak mengganti jam makan, itu lebih baik. Karena waktu berpengaruh pada jam internal tubuh, irama sirkadian," ujar Peterson dikutip dari Today (11/1/17).

Irama ini mengikuti siklus 24 jam dan melakukan hal tertentu lebih baik pada saat-saat berbeda dalam sehari. Seperti kontrol gula darah terbaik di pagi hari dan saat Anda makan, energi yang dibutuhkan untuk mencerna lebih banyak pada pagi hari.
Makan Malam Lebih Awal Bisa Bantu Turunkan Berat BadanFoto: iStock

Penelitian sebelumnya pada tikus menemukan bahwa hewan pengerat yang makan sepanjang hari (mulai makan pagi dan selesai makan lebih malam) lebih berat. Daripada tikus yang menyelesaikan jadwal makan lebih awal. Juga ditermukan, memori mungkin dapat terganggu jika tikus makan di jam dimana mereka seharusnya tidur.

Untuk studi ini sendiri, eksperimen dilakukan pada 11 orang yang yang melakukan 2 jadwal makan berbeda selama 4 hari. Makan porsi harian antara jam 8 pagi hingga 2 siang dan makan jumlah kalori serupa mulai mulai pukul 8 pagi hingga 8 malam.

Perubahan tersebut tidak mempengaruhi seberapa banyak kalori yang dibakar. Tapi saat peserta selesai makan lebih awal, mereka membakar 6% lemak lebih banyak. Mereka tidak lapar meskipun, pada dasarnya, berpuasa selama 18 jam antara makan malam dan sarapan.

Peterson menduga hal itu mungkin terjadi karena tubuh menganggap sudah punya kalori cukup untuk sehari sehingga tidak ada alasan untuk lapar. Hal ini dapat jadi penemuan yang menjanjikan untuk penurunan berat badan. (ani/odi)