Mengantri setelah belanja tentu membosankan dan membuang waktu. Namun sekarang ada supermarket tanpa kasir.
Antrian panjang di supermarket bisa jadi hanya tinggal kenangan setelah Amazon meluncurkan supermarket tanpa mesin kas dan scanner barcode.
Dikabarkan akan punya supermarket sendiri, perusahaan penjual eceran internet tersebut meluncurkan supermarket dimana pembelinya hanya perlu memindai smartphone-nya saat masuk. Biaya secara otomatis dibebankan pada kartu kredit saat meninggalkan toko.
Supermarket ini punya jaringan kamera cctv dan sensor tekanan untuk mendeteksi saat pengunjung mengambil sesuatu dari rak, dimana titik tersebut ditambahkan pada keranjang belanja virtual mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Amazon |
Saat pengunjung keluar toko, biaya dikenankan langsung pada akun online Amazon mereka tanpa butuh mengantri di kasir
Dikabarkan oleh telegraph.co.uk (5/12/16), perusahaan ini mengatakan toko Amazon Go telah dikembangkan selama 4 tahun. Amazin Go membuka outlet pertamanya, toko makanan seluas 170 meter persegi dekat markas Seattle-nya.
Toko ini menggunakan teknologi machine vision untuk mengidentifikasi barang apa yang pembeli ambil. Saat sesuatu diambil dari rak, sensor tekanan aktif dan kamera di toko mengidentifikasi pelanggan mana yang mengambil produk yang bersangkutan.
Foto: Amazon |
Berbeda dengan sensor tekanan di banyak hotel minibar, yang langsung mengenakan biaya saat aktif, di Amazon Go, konsumen dapat menghilangkan dan mengembalikan barang dari keranjang belanja virtualnya tanpa dikenakan biaya
Untuk mencegah adanya pencurian, supermarket ini punya gerbang di bagian depan. Pembeli harus memindai kode dengan smartphone mereka untuk dapat masuk.
Foto: Amazon, keranjang belanja virtual |
Saat ini Amazon Go dibuka hanya untuk karyawan Amazon tapi akan terbuka umum tahun depan.
(ani/odi)

Foto: Amazon
Foto: Amazon
Foto: Amazon, keranjang belanja virtual
KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN