Oishiii! Di Jepang Kini Ada Burger Foie Gras

Oishiii! Di Jepang Kini Ada Burger Foie Gras

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Sabtu, 01 Okt 2016 14:05 WIB
Foto: Rocketnews24/iStock
Jakarta - Kreasi burger dari Jepang ini begitu unik. Alih-alih daging sapi atau ayam, patty-nya terbuat dari foie gras!

Freshness Burger memiliki reputasi premium sebagai restoran. Tak seperti gerai fast food kebanyakan, restoran ini lebih terlihat seperti kafe. Menunya pun istimewa, seperti burger foie gras yang baru akan diluncurkan.

Foie gras merupakan hati angsa yang diberi perlakuan khusus sehingga mengandung banyak lemak. Rasanya gurih dengan tekstur lembut. Foie gras banyak ditemukan di Prancis dan tergolong makanan mewah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski menggunakan foie gras, burger dijual dengan harga terjangkau yaitu 1000 yen (Rp 128.000) per buah. Selain terbuat dari 113 gram daging sapi yang kerap digunakan pada sandwich-nya, patty burger juga dibuat dari 50 gram foie gras Hungaria.


Seperti diketahui Hungaria adalah produsen foie gras terbesar kedua di dunia. Beberapa produsen foie gras menggunakan metode pemberian makan secara paksa pada angsa. Sementara yang lain memilih metode membiarkan angsa mati kelaparan. Terkait hal ini, banyak negara sebenarnya menentang penggunaan foie gras. Semua karena perilaku tidak manusiawi pada angsa.

Dilaporkan Rocket News 24 (27/9), burger foie gras akan dilengkapi selada lokal Jepang, mashed potato beraroma truffle, dan saus wine gaya Madeira.

Selain burger foie gras, Freshness Burger juga luncurkan varian sup baru. Diantaranya sup labu, sup asam borscht, dan sup krim (bisque) lobster. Masing-masing dibandrol 350 yen atau sekitar Rp 45.000 per porsi.


Freshness Burger mulai menjual burger foie gras pada 5 Oktober mendatang. Hanya akan ada 30.000 burger yang dijual di seluruh gerainya di Jepang.

Sebelum Freshness Buger, Wendy's Jepang rupanya pernah membuat sajian serupa. Burger foie gras dijual tahun 2012 saat menandai pembukaan kembali gerai pertama Wendy's di Jepang setelah sempat tutup pada tahun 2010.

(adr/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads