Direktur Jenderal Dubai Municipality kedua kalinya kampanye ini diluncurkan. Tujuannya agar warga membudidayakan sayuran dan herba di halaman belakang dan balkon serta kantor. Diharapkan bisa berkontribusi pada keamanan pangan.
Sejumlah hadiah uang tunai disediakan untuk pemenang kategori rumah, kantor, sekolah dan tempat khusus di Dubai. Sebelum lomba selama 3 bulan dimulai bulan Desember, diadakan lokakarya dan pelatihan. Keberhasilan kampanye tahun lalu membuat warga dan Dubai menjadi lebih sadar akan pentingnya pertanian rumah dan melestarikan lingkungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
"Kami ingin mengubah pola pikir orang. Bahkan dalam satu ruangan tetap bisa menumbuhkan sesuatu. Hanya perlu tahu metode yang tepat. "ujar Khalid Mohammad Sharif, assistant director-general of the Envirnnment, Health and Safety Control Sector.
Tujuan lain kampanye adalah mendorong semua anggota keluarga untuk perpartisipasi dalam berkebun secara sederhana dan menyenangkan. Kemudian, juga untuk mengurangi pemborosan makanan.
Shugufta M. Zubair, koordinator program, mengatakan sebagian besar makanan di Dubai diimpor. Menanam sendiri makanan membuat orang tahu betapa banyak kerja keras untuk membuatnya sehingga tidak membuang-buang makanan.
Cara ini bisa menyediakan makanan lebih bergizi tanpa pestisida. Kesadaran akan limbah makanan penting, terutama bagi generasi muda yang tidak berkesempatan melihat pedesaan tempat makanan diproduksi.
"30% makanan yang diproduksi terbuangdan peningkatan apresiasi sumber daya dan upaya manusia dengan cara ini dinilai dapat mengungarinya."ujar Gangi, perwakilan FAO seperti dilansir dari gulfnews.com (27/9/16).
![]() |
Sekitar 500 peserta, termasuk 300 rumah dan 100 sekolah, sudah mendaftar kampanye tahun ini. Mereka mendaftar melalui website www.growyourfood.ae dan bisa ikut lokakarya gratis yang diadakan setiap Sabtu dari Oktober sampai November di pertanian Al Khawaneej.
Materi tips berkebun vertikal, sistem irigasi hidroponik, penggunaan pestisida alami dan mineral akan diberikan untuk pertanian organik di ruang terbatas dengan sedikit air.
"Tips kecil seperti menggunakan kulit telur untuk protein, akan menghemat biaya berkebun. Pelajaran langsung di kebun sehingga dapat dipraktekan langsung di rumah, " ujar Zubair.
Kebun lama dan baru dinilai dalam kategori terpisah. Juri akan memilih dan mengunjungi 10 kebun di tiap kategori setelah menilai foto yang diunggah di situs dan laman Facebook untuk kampanye. Pertanian organik tanaman musiman seperti mentimun, tomat, wortel, cabai, mint, ketumbar dan sayuran lainnya bisa dilakukan selama periode lomba. (odi/odi)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN