Tren Makanan Fermentasi

Ini Cara Simpan 6 Produk Fermentasi Agar Terjaga Kualitasnya

Lusiana Mustinda - detikFood Minggu, 18 Sep 2016 14:09 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Tiap produk fermentasi punya penanganan berbeda. Ada cara penyimpanan yang tepat untuk makanan hasil fermentasi.

Ada beragam produk hasil fermentasi di dunia. Mulai dari yogurt, kimchi, kecap hingga tempe. Semua punya karakter dan tekstur berbeda. Karena itu cara penyimpannya pun tak sama. Supaya lebih awet, berikut cara menyimpan beberapa produk fermentasi populer.

1. Keju

Keju merupakan hasil fermentasi susu. Produk ini punya kecenderungan mudah berjamur jika sudah dibuka dan disimpan dalam suhu ruang, Karena itu, sebaiknya simpan keju dalam lemari es. Untuk menjaga kesegarannya, tempatkan keju dalam plastik tertutup.

2. Yogurt

Yogurt terbuat dari susu yang telah melalui fermentasi bakteri. Bila membeli yogurt kemasan, pastikan lihat tanggal kedaluwarsanya. Kemudian simpan yogurt dalam chiller untuk menjaga daya tahan produk yang mudah rusak ini. Jika membuat sendiri, yogurt perlu disimpan dalam wadah steril yang terbebas dari kotoran apapun.

3. Kimchi

Kimchi berbahan baku sayuran, terutama sawi putih. Ketika sudah terjadi fermentasi dengan citarasa cukup asam, simpan kimchi dalam wadah kedap udara. Kimchi dapat disimpan dalam kulkas untuk menghentikan proses fermentasi. Di Korea sendiri ada kulkas khusus untuk menyimpan kimchi.

Bila cara penyimpanan baik, kimchi bisa tahan sekitar 1 bulan di kulkas. Sebaiknya coba dulu kimchi apakah rasanya masih enak atau tidak selama penyimpanan. Ketika akan disajikan, keluarkan kimchi dari kulkas dan biarkan dahulu mencapai suhu ruang.

4. Tapai

Tapai punya varian berbeda. Tapai ketan yang sudah masak atau cukup fermentasinya, akan berair bila didiamkan dalam suhu ruang. Sebaiknya simpan dalam wadah tertutup kemudian tempatkan di lemari es. Begitu juga dengan sisa tapai singkong dapat disimpan dalam lemari es supaya lebih tahan lama.

5. Kecap

Kecap atau soy sauce yang berbentuk cairan bisa disimpan pada suhu ruang atau kulkas. Biasanya didalam kecap sudah terdapat pengawet yang bisa mencegah tumbuhnya jamur. Dalam kecap pun ada asam lactic yang menghentikan pertumbuhan bakteri.

Ketika sudah dibuka, bisa saja bakteri tetap muncul. Karena itu sebaiknya simpan kecap di suhu ruang selama tiga bulan setelah dibuka. Bila ingin lebih tahan lama karena jarang dipakai, tempatkan dalam lemari es.

6. Tempe

Pastikan tempe yang dibeli masih segar, permukaan berwarna putih, terasa padat, aroma kedelai tercium dan tidak berlendir. Kemudian masukkan tempe utuh tanpa dipotong dalam wadah tertutup. Bisa juga tempe dibungkus rapat-rapat. Simpanlah dalam lemari es maksimal selama 3 hari.

(lus/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com