Tren Makanan Fermentasi

Kimchi, Superfood Asal Korea yang Bisa Turunkan Kolesterol dan Gula Darah

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Kamis, 15 Sep 2016 16:00 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Menyebut makanan fermentasi tak bisa melewatkan kimchi. Hidangan tradisional Korea ini punya segudang manfaat kesehatan.

Dikutip dari situs Life in Korea (15/9), kimchi kabarnya berasal dari kata ji atau jimchae yang berarti sayuran yang direndam air garam. Penyebutan kata tersebut kemudian berubah seiring waktu menjadi timchae atau dimchae, lalu jimchi, dan akhirnya kimchi.

Catatan awal mengenai kimchi di Korea ditemukan dalam buku puisi China, Si-Kyong yang ditulis antara 2.600-3.000 tahun lalu.

Kimchi bahkan muncul pada masa Dinasti Koryo (918-1392) dimana sayuran yang sudah direndam air garam diberi bumbu lain seperti garam dan bawang putih. Kimchi lalu ditaruh di wadah besar dan disimpan di bawah tanah untuk didinginkan dan difermentasi.

Pada masa Dinasti Chosun di abad 17, barulah kimchi dibuat dengan cabai merah sehingga rasanya tak hanya asin dan asam tetapi pedas. Tampilannyapun berubah dari kehijauan menjadi kemerahan.


Sayuran yang umum dibuat kimchi adalah sawi putih, lobak, atau mentimun. Bumbunya terdiri dari garam, cabai merah bubuk, daun bawang, jahe, dan bawang putih.

Setelah sayuran dibaluri garam, dicuci bersih, lalu dicampurkan bumbu, sayuran ditaruh dalam toples atau wadah kedap udara. Sayuran perlu didiamkan selama berhari-hari atau berbulan-bulan di suhu ruangan agar terjadi fermentasi.

Proses fermentasi ditandai dari sayuran yang mengeluarkan banyak air dan munculnya gelembung-gelembung dalam wadah. Hasilnya, kimchi bercita rasa asin, asam, dan pedas. Rasa ini semakin kuat bila kimchi didiamkan semakin lama.

Kimchi biasanya disajikan sebagai banchan atau hidangan pendamping. Atau bisa juga digunakan sebagai bumbu masak sup kimchi (kimchi jjigae), nasi goreng kimchi (kimchi bokkeumbap), dan berbagai masakan lain.

Saking sukanya, rata-rata warga Korea mengonsumsi 18,1 kilo gram kimchi per tahun. Obsev mengabarkan (5/10) tiap bulan September mereka bahkan berkumpul bersama keluarga untuk membuat persediaan kimchi selama setahun ke depan.


Selain enak, kimchi juga terbukti sehat. Sejak tahun 2012 kimchi selalu masuk daftar makanan sehat (superfood) di dunia. Studi dalam Journal of Medicinal Food menyebut orang yang rutin makan kimchi dapat menjaga kadar kolesterolnya. Gula darahnyapun bisa turun.

Kabarnya bakteri Lactobacillus berperan mengikat kolesterol dalam usus kecil. Karenanya dapat mencegah penyerapan lemak ke dalam darah.

Health (11/3) melaporkan kimchi juga tinggi kandungan vitamin A, B, dan C. Tetapi manfaat terbesar dari mengonsumsinya adalah adanya bakteri baik yaitu Lactobacillus dalam tubuh.

Bakteri ini membantu lancarkan sistem pencernaan dan mencegah infeksi ragi. Beberapa penelitian bahkan menemukan kubis putih yang difermentasi memiliki senyawa yang mampu cegah pertumbuhan sel kanker.

Wanita-wanita di Korea bahkan rutin mengonsumsi kimchi untuk dapatkan manfaat lain yaitu penurunan berat badan. Selain rendah lemak, kimchi juga tinggi serat yang membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.

(adr/odi)