Nasi Rames Nusantara

Nasi Tumpeng Perlambang Syukur dan Kesejahteraan

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Jumat, 12 Agu 2016 17:46 WIB
Foto: iStock
FOKUS BERITA Nasi Rames Nusantara
Jakarta - Perayaan HUT RI identik dengan nasi tumpeng. Nasi kuning bentuk kerucut dengan ragam lauk ini melambangkan syukur dan pengharapan baik lainnya.

Sejak zaman dahulu tumpeng dijadikan simbol persembahan. Bentuk kerucutnya melambangkan gunung yang dahulu dipercaya sebagai tempat peristirahatan arwah nenek moyang.

Pengaruh Hindu di tanah Jawa kemudian membuat tumpeng dikaitkan dengan gunung Semeru yang kabarnya jadi tempat para dewa. Setelah agama Islam masuk, filosofi tumpeng berkembang dan disesuaikan dengan filosofi Jawa. Secara umum bentuk tumpeng melambangkan harapan, kesehatan, kesejahteraan, dan persembahan untuk Tuhan.

Biasanya tumpeng dibuat dari nasi kuning, meski bisa juga memakai nasi putih biasa atau nasi uduk. Warna putih berarti suci sehingga nasi tumpeng jenis ini kerap disajikan dalam upacara keagamaan. Sementara warna kuning melambangkan kesejahteraan, kekayaan, atau rezeki yang melimpah.


Lauk pauk tumpeng umumnya mewakili unsur asal makanan. Terdiri dari 7 lauk dimana 7 dalam bahasa Jawa disebut pitu. Kata pitu merujuk pada arti pitulungan atau pertolongan.

Di dalam tampah tumpeng biasanya terdapat lauk tahu dan tempe bacem, ikan petek, dan kuluban. Sedangkan di luar tampah disajikan ingkung (ayam utuh), umbi-umbian, bubur, dan jajanan pasar.

Untuk ayam, biasanya yang digunakan adalah ayam jantan utuh. Ayam ini dimasak dengan bumbu kuning lalu diberi santan sebagai lambang menyembah Tuhan dengan utuh dan melepaskan sifat sombong manusia.

Ikan petek dari laut melambangkan kekuasaan. Sedangkan ikan teri menjadi simbol kerukunan.

Sayuran tumpeng yaitu kuluban juga penuh makna. Biasanya terbuat dari bayam (adem ayem), tauge (kesuburan, kemakmuran, hidup mudah), kacang panjang (umur panjang), dan kangkung (fleksibel dan mudah beradaptasi). Ada pula umbi-umbian yang merepresentasikan kesederhanaan dan tidak sombong.


Seiring berjalannya waktu, tumpeng sudah mulai meninggalkan nilai-nilai spiritual aslinya. Kini tumpang dibuat lebih estetik dan diperhatikan nilai gizinya. Karenanya menambahkan sayuran seperti seledri, wortel, dan tomat sudah banyak dilakukan.

Juga lauk lain seperti perkedel, abon, kedelai goreng, telur, potongan mentimun, tempe kering, serundeng, urap, dan bahkan ikan asin. Lauk ini disusun cantik di sekeliling tumpeng.

Untuk penyajiannya, tumpeng kecil bisa disajikan untuk 10 orang. Ukuran sedang 20 orang dan ukuran besar 30 orang. Jika jumlahnya lebih besar dari 30 orang, biasanya tumpeng dibuat 2 dan lauknya dipisah dengan tumpeng utama.

Khusus perayaan HUT RI, biasanya nasi tumpeng tak sekadar jadi suguhan. Sebelumnya ibu-ibu rumah tangga kerap berlomba membuat kreasi tumpeng secantik dan sekreatif mungkin untuk nantinya dinikmati bersama.

(adr/odi)
FOKUS BERITA Nasi Rames Nusantara