Maskapai Australia Donasikan Makanan di Pesawat yang Tak Dikonsumsi

Odilia Winneke Setiawati - detikFood Kamis, 28 Jul 2016 06:09 WIB
Foto: Australia Plus ABC
Jakarta - Maskapai Australia melakukan gerakan atasi limbah makanan. Mengirimkan makanan tak dikonsumsi di pesawat kepada yang membutuhkan.

Setiap melakukan perjalanan makanan disajikan beberapa kali di pesawat. Apa yang terjadi jika makanan tidak dimakan? Umumnya makanan yang masih dikemas rapi dibuang atau dibakar di setiap kali penerbangan.

QzHarvest sebuah organisasi di Australia didirikan tahun 2004. Mereka mengumpulkan dan mendistribusikan kembali makanan layak makan di Sydney, Adelaide, Brisbane, Canberra, Goldcoast, Melbourne, Newcastle dan Perth.

Organisasi ini sudah mengumpulkan lebih dari 2000 tempat seperti supermarket, hotel, distributor. Makanan yang terkumpul didistribuskan pada organisasi dan pihak yang membutuhkan.

Bekerja dengan Brisbane Airport mereka mengumpulkan makanan layak makan dari maskapai penerbangan. Berupa biskuit kemasan, muesli bar, sandwich dan buah yang jumlahnya mencapai 400 kg per hari. Makanan ini berasal dari penerbangan yang dibatalkan. '

Kami mengumpulkan makanan dari penerbangan yang batal atau yang tersisa tetapi masih dalam kemasan utuh,' jelas Cameron Hickey, manager OzHarvest Queensland seperti dikutui dari thetelegraph (27/7).

'Banyak sekali makanan enak di kelas bisnis yang tidak dimakan. Ini berarti ada makanan tersisa. Kebanyakan makanan yang disajikan di pesawat bisa kami distribusikan kembali selama masih dikemas dan layak makan,' ungkapnya.

Belum semua bandara melakukan hal ini karena alasan keamanan. Seperti di Denver International Airport punya donasi makanan. Tetapi mereka tak mengizinkan makanan dibawa keluar dari bandara.

Makanan tersisa layak makan di bandara tersebut diberikan pada staf maskapai dan para staf yang bertugas di darat. OzHarverst bekerjasama langsung dengan bandara dan hanya mengumpulkan makanan dalam kemasan tertutup sehingga tetap memenuhi standar keamanan dan kesehatan.

'Kami berencana mengurangi limbah makanan hingga 50% hingga tahun 2025. Itu tujuan kami. Kini kami sudah menyalurkan 50.671.402 paket makanan untuk amal,' demikian ungkap Ronni Kahn, pendiri OzHarvest.

Ronni Kahn sendiri mendirikan OzHarvest setelah merasa miris melihat banyaknya makanan yang dibuang dalam acara bisnisnya. Sejak itu ia selalu berusaha menyalurkan makanan tersisa pada tunawisma. (odi/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com