Sushi yang Asal Enak dan Murah Bisa Jadi Sushi 'Palsu'

Sushi yang Asal Enak dan Murah Bisa Jadi Sushi 'Palsu'

Aisyah Kamaliah - detikFood
Rabu, 27 Jul 2016 15:28 WIB
Foto: iStock
Jakarta - Sushi sudah jadi makanan global. Jika Anda penggemar sushi, sebaiknya mulai berhati-hati. Bisa jadi sushi yang Anda makan 'palsu'!

Kini semua orang bisa makan sushi khas negeri sakura. Karenanya makin banyak resto menjual sushi. Banyak pula ditemui sushi 'palsu'. Yang dimaksud sushi 'palsu' adalah sushi yang menggunakan ikan pengganti untuk ikan yang disebutkan dalam menu. Misalnya tilefish yang bentuknya mirip ikan tuna dipakai sebagai pengganti tuna. Karena harganya lebih murah.

Tilefish yang sebenarnya sudah masuk dalam daftar larangan FDA untuk ibu hamil dan anak-anak. Ikan ini biasa dipakai untuk menggantikan ikan tuna, kakap merah, halibut dan ikan tilapia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari thrillist.com (15/7/16), studi terbaru dari sebuah kelompok non-profit Oceana menyebutkan sebesar 39% restoran di New York menghidangkan ikan 'palsu'. Restoran yang disurvei dari kelas atas hingga yang ekonomis.

Restoran sushi biasanya menggunakan metode substitusi ikan untuk memangkas biaya pada jenis ikan yang mahal. Padahal, ikan 'palsu' yang jadi pengganti bisa saja dapat menyebabkan penyakit pada sistem pencernaan. Larry Olmsted, seorang jurnalis dan penulis buku Real Food/Fake Food menyebutkan 94% pembeli yang memesan tuna putih akan mendapatkan ikan jenis yang lain.

Dalam bukunya Larry Omsted juga memberi saran untuk mencegahnya. 'Yang paling baik adalah membuat makanan sendiri termasuk sushi. Karena Anda bisa benar-benar tahu bahan yang dipakai,' sarannya.Menurutnya yang paling aman jika ingin makan sushi adalah makan di restoran sushi premium. Karena bahannya terjaga keaslian dan kesegarannya meskipun harus merogoh kocek lebih dalam.Sedangkan untuk sushi pilihannya jika makan di restoran adalah dengan sushi dengan bahan belut atau unagi.

'Sushi roll atau nigiri sushi yang jadi favorit saya adalah unagi sushi. Karena unagi unik teksturnya dan mudah dikenali bentuknya. Harganya relatif murah maka tak akan digantikan dengan ikan lain,' ungkapnya. (lus/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads