Setiap Hari Malaysia Buang 15.000 Ton Limbah Makanan

Ellia Avrizella Quenda - detikFood Kamis, 26 Mei 2016 07:29 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Tercatat setiap hari 15.000 ton makanan dibuang di Malaysia. Dari jumah tersebut 3.000 ton masih layak makan dan seharusnya tak dibuang.

Limbah makanan bukan hanya masalah negara-negara di Eropa dan Amerika tetapi juga Asia. Malaysia menghadapi masalah serius soal limbah makanan. Tahun lalu selama ramadan tercatat 270.000 ton makanan terbuang sia-sia.

Dikutip dari The Star (24/05), Wakil Menteri Pertanian dan Industri, Nogeh Gumbek mengatakan, "Meningkatnya kebiasaan pemborosan makanan terutama selama musim perayaan tidak boleh dilakukan dan harus diatasi."

"Penelitian yang dilakukan oleh Malaysian Agricultural Research and Development Institute (Mardi) menunjukkan bahwa sekitar 28,4 % dari produksi padi terbuang sia-sia. Adapun buah-buahan dan sayuran yang terbuang sekitar 20 % hingga 50 %," kata Nogeh usai membuka forum "MySaveFood".

Nogeh menyatakan pula bahwa pemerintah melalui Mardi sedang melakukan beberapa program nasional untuk mendidik masyarakat. Terutama tentang dampak pemborosan makanan kepada seluruh masyarakat dan negara. Sementara itu, pejabat senior pengembangan usaha Food and Agriculture Organisation (FAO) Dr. Rosa Rolle mengatakan bahwa standarisasi Food Loss and Waste (FLW) akan diluncurkan bulan depan. Hal ini dilakukan dalam upaya mengatasi bertambahnya limbah makanan.

"Standar FLW memungkinkan berbagai negara dan daerah lain untuk memperhitungkan dan melaporkan secara kredibel tentang limbah makanan. Catatan tentang kerugian dan limbah makanan dapat dilakukan sehingga pembuangan makanan bisa dikurangi, " kata Dr. Rosa.

Dr. Rosa menjelaskan bahwa pengembangan standar sedang dikoordinasikan oleh World Resources Institute (WRI) bersama-sama dengan the Consumer Goods Forum (CGF) dan the World Business Council for Sustainable Development (WBCSD).

"Secara global ada sekitar 1,3 miliar ton limbah makanan yang senilai dengan RM 4.4 triliun setiap tahunnya," tambahnya. Forum "MySaveFood" dihadiri oleh 100 peserta dari instansi pemerintah dan sektor swasta. Tujuannya untuk menciptakan kesadaran tentang rantai makanan dan untuk mengurangi limbah makanan. (odi/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com