Dibandingkan Lidah, Hidung Lebih Berperan Dalam Menentukan Rasa Makanan

Ellia Avrizella Quenda - detikFood Selasa, 03 Mei 2016 13:57 WIB
Foto: Thinstock
Jakarta - Umumnya orang mengandalkan lidah untuk cicipi makanan. Padahal kemampuan penciuman hidung turut berperan penting akan rasa makanan. Benarkah?

Ketika mencicipi puding strawberry dengan menggunakan lidah pasti akan terasa lembut dan manis. Tetapi jika menggunakan hidung, Anda akan mencium aroma manis dari strawberry.

Berdasarkan penelitian, sebagian besar rasa berasal dari indera penciuman manusia. Namun para ilmuwan mulai menganalisa fenomena ini secara mendalam serta mencari peranan otak dalam hal ini.

Dilansir dari Techinsider (27/04), Dr. Gordon Shepherd, seorang ahli saraf di Yale menciptakan istilah "neurogastronomy" pada tahun 2006. Istilah tersebut ditujukan untuk menggambarkan bagaimana otak menciptakan rasa yang membuat makanan terasa lezat.


Ia menjelaskan ketika seseorang menghirup dapat mengirimkan aroma tetapi bukan rasa.

"Menghirup aroma akan menentukan rasa makanan yang sebenarnya. Makanan bergerak melalui mulut, mengirimkan aroma melalui rongga hidung. Apa yang kita rasakan pada makanan sebenarnya adalah aroma dan dihembuskan oleh nafas," jelasnya.

Terdengar aneh. Tetapi sebenarnya menghirup aroma akan mendorong molekul makanan ke belakang mulut dekat dengan penciuman. Ini yang disebut "retronasal". Hal ini memberi pengalaman penting terhadap rasa makanan.

"The retronasal route adalah sumber utama dari bau yang dirasakan dari makanan dan cairan dalam mulut Anda. Aroma ini terutama menentukan kesenangan terhadap kualitas makanan, dan dikombinasikan dengan rasa dan somatosensation yang membentuk sensasi rasa kompleks," tulis Gordon dalam sebuah makalah yang diterbitkan PLOS Biology.


Gordon dan beberapa rekannya menciptakan model untuk menunjukkan bagaimana hal ini bekerja dalam sebuah penelitian yang diterbitkan tahun lalu.

Menurut catatan dari NPR bahwa penelitian ini didasarkan pada model yang dibuat untuk satu orang, sehingga mungkin sistem ini bekerja sedikit berbeda bila dengan orang yang berbeda.

Sebaiknya ketika makan, santai sajalah. Cobalah untuk mencium aroma makanan dengan hidung untuk bisa menentukan rasa makanan sesungguhnya.

(adr/odi)