Tomat Cacat dan Tidak Layak Jual Bisa Diubah Jadi Sumber Listrik

Tomat Cacat dan Tidak Layak Jual Bisa Diubah Jadi Sumber Listrik

Andi Annisa Dwi R - detikFood
Senin, 21 Mar 2016 13:30 WIB
Foto: iStock
Jakarta -

Banyak supermarket membuang tomat yang bentuknya cacat karena tidak layak jual. Para ilmuwan memanfaatkan tomat tersebut untuk diolah jadi sumber listrik.

Proyek percontohan inovatif di Florida, Amerika Serikat sedang dikerjakan para ilmuwan. Mereka meyakini tomat bisa dijadikan sumber listrik untuk menerangi kompleks Disney World seluas 69 km persegi selama 3 bulan dalam setahun. Termasuk hotel, taman bermain, lapangan golf, dan pusat perbelanjaan.

Proyek ini sekaligus membantu atasi masalah sampah tomat di Florida yang mencapai 396.000 ton dalam setahun. Tomat biasanya dibuang di tempat pembuangan sampah dan saluran air hingga sebabkan masalah lingkungan yang signifikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari Independent (17/03), para ilmuwan mengunakan bakteri untuk memecah dan mengoksidasi tomat cacat. Reaksi kimia ini menghasilkan elektron yang kemudian ditangkap dalam sel bahan bakar dan bisa menjadi sumber listrik.



Tomat sangat cocok diolah jadi sumber listrik karena mengandung pigmen karoten merah. Ilmuwan mengatakan pigmen tersebut menjadi katalis sempurna untuk menghasilkan muatan listrik.

"Tomat cacat dan rusak yang tersisa dari panen dapat menjadi sumber energi yang sangat kuat," ujar Namita Shrestha, mahasiswa PhD di Sekolah Pertambangan dan Teknologi Dakota Selatan yang terlibat dalam proyek.

Pemimpin tim ilmuwan, Profesor Vankataramana Gadhashetty berujar, "Kami ingin menemukan cara untuk mengolah limbah ini. Ketika tomat dibuang, tomat dapat menghasilkan metana (gas rumah kaca yang kuat). Sampah tomat juga dapat membuat masalah pengolahan air saat dibuang di saluran air."



Gadhashetty mengakui jumlah listrik yang dihasilkan dari limbah tomat terbilang kecil. Namun dengan penelitian dan pengembangan lebih lanjut, energi yang dihasilkan dapat meningkat berkali-kali lipat.

Ia berencana meningkatkan kinerja sel bahan bakar dengan menentukan bagian mana yang memperlambat aliran listrik. Apakah elektroda, bakteri, atau kabel. Setelah diketahui, Gadhashetty akan mengatasi hal tersebut.

Temuan dari proyek percontohan ini dipresentasikan pada Rapat dan Pameran Nasional American Chemical Society ke-251 di San Diego. Tim ilmuwan juga mengikutsertakan peneliti dari Universitas Princeton dan Florida Gulf Coast.

Proyek listrik dari tomat ini adalah inovasi teknologi terbarukan di dunia untuk cegah pemanasan global. Para ilmuwan sepakat pentingnya dunia beralih dari sumber listrik berbahan bakar fosil ke sumber listrik berbahan rendah karbon untuk menyelamatkan lingkungan.

(adr/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads