Urin Sapi Dijual Dalam Kemasan di London

Fran Sisca - detikFood Jumat, 11 Mar 2016 15:30 WIB
Ilustrasi: Thinkstock/The Telegraph
Jakarta - Urin atau air kencing sapi kini bisa dibeli di toko-toko di London. Tentu saja hal ini bertentangan dengan larangan konsumsi air kencing hewan karena alasan kesehatan.

Cairan kotoran sapi ini bernama ‘gau mutra’ dan sudah dijual di toko-toko makanan. Chatered Institute of Environmental Health menentang penjualannya.



Dilansir dari BBC News (10/3) urin sapi yang dijual diberi label Hindi. Disebutkan bahwa produk berupa urin sapi untuk tujuan religius. Dipajang di salah satu toko bersama dengan rak roti naan.

‘Orang Hindu yang datang membeli urin sapi biasanya untuk keperluaan upacara agama. Untuk upacara bayi baru lahir suapya membawa keberuntungan,’ jelas seorang pelayan toko di Greenwich.

Gauri Das selaku Direktur dari kuil Hare Krishna Watford, Bhaktivedanta Manor menyebutkan kuil memiliki peternakan sapi perah yang diambil urinnya untuk dijual.

“Karena ada permintaan orang-orang Asia Selatan akan urin sapi. Urin sapi digunakan untuk ritual keagamaan, tujuan pengobatan hingga menyucikan barang-barnag. Kami tidak menjualnya sebagai konsumsi manusia,” jelasnya.



Seorang juru bicara Foods Standards Agency (FSA) mengatakan meskipun urin sapi dilarang untuk konsumsi manusia tetapi jika dipakai untuk keperluan eksternal tidak digolongkan se​b​agai makan​an​. Meskipun bisa dianggap melanggar hukum.

‘Jika urin sapi dikonsumsi untuk manusia, harus bisa dibuktikan aman. Kami sangat menganjurkan untuk tidak menjual urin sapi di tempat makanan manusia dijual,’ demikian tegasnya.

Sedangkan Greenwich Borouh Council menyatakan bahwa produk bukan makanan yang berasal dari hewan dilarang. Hal ini untuk melindungi konsumen dari penyakit berbahaya. ​Penjualan urin sapi di toko makanan ini akan diselidiki lebih lanjut.

(msa/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com