Cairan kotoran sapi ini bernama βgau mutraβ dan sudah dijual di toko-toko makanan. Chatered Institute of Environmental Health menentang penjualannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βOrang Hindu yang datang membeli urin sapi biasanya untuk keperluaan upacara agama. Untuk upacara bayi baru lahir suapya membawa keberuntungan,β jelas seorang pelayan toko di Greenwich.
Gauri Das selaku Direktur dari kuil Hare Krishna Watford, Bhaktivedanta Manor menyebutkan kuil memiliki peternakan sapi perah yang diambil urinnya untuk dijual.
βKarena ada permintaan orang-orang Asia Selatan akan urin sapi. Urin sapi digunakan untuk ritual keagamaan, tujuan pengobatan hingga menyucikan barang-barnag. Kami tidak menjualnya sebagai konsumsi manusia,β jelasnya.
Seorang juru bicara Foods Standards Agency (FSA) mengatakan meskipun urin sapi dilarang untuk konsumsi manusia tetapi jika dipakai untuk keperluan eksternal tidak digolongkan seβbβagai makanβanβ. Meskipun bisa dianggap melanggar hukum.
βJika urin sapi dikonsumsi untuk manusia, harus bisa dibuktikan aman. Kami sangat menganjurkan untuk tidak menjual urin sapi di tempat makanan manusia dijual,β demikian tegasnya.
Sedangkan Greenwich Borouh Council menyatakan bahwa produk bukan makanan yang berasal dari hewan dilarang. Hal ini untuk melindungi konsumen dari penyakit berbahaya. βPenjualan urin sapi di toko makanan ini akan diselidiki lebih lanjut.
(msa/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN