South China Morning Post (22/02) mengabarkan Kowloon Hospital adalah rumah sakit umum pertama di Hong Kong yang mengairi tanaman dengan pupuk cair hasil konversi limbah makanan.
Sejak Korea Selatan mengenalkan dekomposer limbah makanan terbaru tahun 2013, Kowloon Hospital telah mengolah 400-500 kg sampah makanan per hari, termasuk sampah rumah sakit terdekat yaitu Eye Hospital dan Buddhist Hospital.
Pengolahan limbah makanan menggunakan mesin dengan pemanfaatan proses fermentasi. Dalam waktu 24 jam, enzim-enzim mampu mengurai sisa makanan yang kebanyakan berupa nasi, sayuran, dan kulit buah menjadi pupuk bening dan transparan.
Tukang kebun rumah sakit lalu mendapat 100 liter pupuk cair ini untuk tanaman. Sementara sisanya dibuang sebagai limbah.
Manajer katering Kowloon Hospital, Jenny Wu Ching-kuen mengakui keunggulan sistem pengolahan limbah makanan ini dibanding yang sebelumnya. "Mesin pengolah sampah terdahulu hanya menghancurkan limbah makanan. Kami tetap harus membuangnya sebagai limbah domestik."
Dr Lam Chun selaku Direktur Kualitas dan Keselamatan rumah sakit turut mendapat keuntungan dari pupuk cair ini. "Tanaman jeruk di rumah saya jadi kembali tumbuh normal setelah rutin diberi pupuk cair."
"Nitrogen, fosfor, dan kalium yang didapat dari limbah makanan selama periode fermentasi memang penting untuk kesehatan tanah," pungkas Henry Ngai Hon-shun, perwakilan Pusat Daur Ulang Sampah Organik.
(adr/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN