Kebiasaan minum soda ternyata bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Ahli gizi mengungkap kandungan gula dan kafein yang dapat memicu hipertensi.
Minuman bersoda memang disukai banyak orang, namun terlalu sering mngonsumsi minuman ini disebut bisa menaikkan risiko tekanan darah tinggi lewat kandungan gula, kafein, dan asam urat yang ditimbulkannya.
Beberapa riset menyebut setiap tambahan satu porsi minuman manis per hari bisa memicu kenaikan risiko hipertensi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari EatingWell (12/10/2026), minuman bersoda mengandung gula tambahan yang dapat memengaruhi tekanan darah melalui beberapa mekanisme, mulai dari penumpukan natrium hingga peningkatan berat badan.
Namun, dampaknya terhadap tekanan darah relatif jarang dibahas dibanding efeknya pada berat badan dan gula darah. Ahli gizi Michelle Cardel, Ph.D., RD, menyebut hubungan ini sebagai risiko yang tersembunyi dan kian meningkat seiring jumlah konsumsi.
Ilustrasi minuman bersoda Foto: Getty Images/bymuratdeniz |
"Penelitian menemukan bahwa setiap tambahan satu porsi minuman manis per hari berkaitan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi sekitar 10%," jelas Cardel.
Satu kaleng soda berukuran sekitar 355 mililiter umumnya mengandung 35-45 gram gula. Sebagian besar menggunakan sirup jagung tinggi fruktosa atau sukrosa sebagai pemanis.
Fruktosa inilah yang disebut memengaruhi cara ginjal dan usus mengelola natrium dalam tubuh.
Pakar diet Michelle Routhenstein, M.S., RD, menjelaskan, fruktosa membuat tubuh menahan natrium lebih banyak sehingga volume cairan ikut naik.
"Ketika natrium tertahan, tubuh juga menyimpan lebih banyak cairan. Kondisi ini meningkatkan volume darah yang harus dipompa jantung sehingga berpotensi menaikkan tekanan darah," kata Routhenstein.
Selain itu, proses pemecahan fruktosa juga menghasilkan asam urat yang dapat merusak lapisan pembuluh darah dan mengurangi oksida nitrat, senyawa yang membantu arteri tetap rileks.
Kalori tambahan dari soda juga berpotensi memicu kenaikan berat badan dan resistensi insulin, dua faktor yang sama-sama mendorong tekanan darah naik.
Hipertensi di usia muda Foto: Getty Images/Wasana Kunpol |
Kandungan kafein pada sebagian soda juga bisa memicu kenaikan tekanan darah sementara, terutama pada orang yang tidak biasa mengonsumsinya.
"Kafein dapat membuat jantung berdetak lebih cepat dan pembuluh darah menyempit sehingga tekanan darah meningkat untuk sementara," ujar Routhenstein.
Untuk mengurangi risikonya, para ahli menyarankan mengganti soda dengan air putih, air berkarbonasi tanpa gula, atau teh herbal tanpa kafein.
Selain membatasi soda, menjaga asupan garam, rutin berolahraga, dan memeriksa tekanan darah secara berkala penting dilakukan untuk membantu mencegah hipertensi.



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN