Prancis jadi negara pertama yang mengharuskan supermarket untuk mendonasikan makanan yang mendekati tanggal kedaluarsa untuk didonasikan. Gerakan ini diharapkan bisa menolong lebih banyak orang di Prancis yang memerlukan makanan.
Menurut USA Today (11/02), sebelum aturan ini berlaku, banyak supermarket di Prancis membuang makanan yang bahkan belum mendekati tanggal kedaluarsa. Padahal kualitas makanan bukan terletak pada tanggal kedaluarsa, tanggal itu hanya menunjukkan kapan masa akhir kualitas puncak makanan tersebut.
Lewat peraturan terbaru ini, supermarket juga dilarang untuk merusak makanan yang hendak dibuang. Karena selama ini banyak supermarket malah sengaja mencampur makanan dengan pemutih di tempat sampah untuk mencegah orang-orang mengambil dan memakannya.
Namun, menurut mereka hal itu untuk mencegah orang-orang terkena keracunan makanan. Supermarket lain ada juga yang mengamankan tempat sampah mereka agar isinya tak diambil para gelandangan, pengangguran, dan orang yang tak mampu.
Karenanya, kini di Prancis supermarket dengan luas 4.304 m2 harus mengadakan kontrak dengan organisasi nonprofit atau bank makanan agar makanan dari supermarket dapat langsung disetorkan kepada organisasi yang berwajib.
Organisasi tersebut pun bertanggung jawab besar untuk mengumpulkan, menyimpan, dan mendistribusikan kembali makanan itu. Tanggung jawab ini tentu memerlukan tempat penyimpanan yang lebih besar dan sukarelawan yang lebih banyak.
Peran pemerintah juga penting dalam menjaga makanan ini tak keluar jalur dan benar-benar sampai pada yang membutuhkan.
Jaques Bailet, kepala bank makanan Prancis ‘Banques Alimentaires’ bahwa peraturan tersebut akan membuat varian makanan lebih banyak.
‘Untuk kecukupan nutrisi kami akhir-akhir ini kekurangan daging, sayuran dan buah segar. Kini akan tercukupi lewat donasi makanan,’ ungkapnya.
Menurut European Commission, sepertiga dari produksi makanan di dunia untuk manusia telah terbuang sia-sia. Sementara di Amerika Serikat.rata-rata keluarga Amerika membuang sekitar USD 1.500 atau sekitar Rp 20 juta setiap tahun.
Pembuangan makanan tersebut terjadi karena banyak orang yang bingung akan tanggal yang tertera di label makanan. Mereka mengira bahwa makanan tersebut sudah tidak aman dikonsumsi.

(tan/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN