Kepada Tech Insider (09/02), Lauren Oleksyk selaku teknolog pangan di Pusat Penelitian, Pengembangan, dan Teknik Natick Angkatan Darat AS mengatakan, "Pizza ini sepenuhnya disusun dan dipanggang dalam satu kemasan." Adalah tugas lab tempat Oleksyk bekerja untuk menciptakan ransum makanan siap santap atau meals ready to eat (MRE) bagi tentara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lab Natick telah bekerja selama 5 tahun untuk membuat pizza ini. Diakui peneliti, membuat pizza yang bisa bertahan 3 tahun pada suhu 80 derajat merupakan sebuah tantangan.
Mereka menggunakan teknologi Hurdle untuk menghentikan pertumbuhan bakteri. Serangkaian "hambatan" diciptakan peneliti guna mencapai hal itu termasuk mengontrol keasaman saus, air, oksigen dalam kemasan, dan layering bahan yang tepat. Namun komponen dan adonan pizza tetaplah sama seperti pizza pada umumnya.
"Perbedaan satu-satunya hanyalah pada saus. Kami mengontrol pH-nya sehingga sedikit lebih asam," tutur Oleksyk.
Guna memastikan masa layak konsumsi, Oleksyk menguji coba penyimpanan pizza selama 6 bulan dalam ruangan bersuhu 100 derajat. Nilai ini setara dengan menyimpan pizza selama 3 tahun pada suhu 80 derajat. Hasilnya diakui Oleksyk cukup menggembirakan karena pizza masih layak dimakan.
Ransum MRE sendiri sebenarnya sudah dilengkapi teknologi pemanas yang dapat aktif hanya dengan dicampur dengan air. Jadi bukan tidak mungkin para tentara dapat menikmati sepotong pizza hangat di tengah medan tempur.
(msa/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN