Tak ada Valentine jika tak ada St. Valentinus, seorang santo dari Roma dengan legendanya. Dalam legenda tersebut, Valentinus akhirnya dijebloskan ke dalam penjara karena menyetujui para tentara untuk menikah. Pada zaman itu, tentara dilarang untuk menikah.
Jika Valentine sekarang ini terkesan sebagai hari yang bahagia, mungkin itu karena pengorbanan Valentinus yang pada akhirnya jatuh cinta dengan anak sipir penjaranya. Pada hari ia dieksekusi, ia telah menulis beberapa surat untuk gadis yang ia cintai agar perasaannya sampai kepadanya. Di akhir surat, ia menuliskan 'from your Valentine'. Sejak itulah, hari Valentine diperingati dan ungkapan seperti 'be my Valentine' pun jadi populer.
Berawal dari bertukar kartu ucapan dan bunga, tren hadiah Valentine pun berganti di awal tahun 1600-an di seantero Eropa. Konsumsi cokelat semakin meningkat karena kelezatan dan cokelat identik dengan santapan bangsawan. Tak berapa lama, Richard Cadbury pun memproduksi cokelat secara massal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Thinkstock
Ungkapan Prancis sebagai negara paling romantis di dunia masih menempel hingga kini. Di tempat inilah banyak orang yang menyatakan cinta, memadu kasih, hingga bulan madu. Pastry Prancis yang terkenal ini juga dijadikan hadiah spesial untuk orang tersayang. Di Prancis sendiri, Hari Valentine dimulai saat Charles, Duke of Orleans, mengirimkan surat cinta pada istrinya yang sedang dipenjara di Tower of London pada tahun 1415. Surat itu kemudian menjadi cikal bakal kartu Valentine pada zaman sekarang.
Ada juga tradisi unik bernama loterie d'amour, yaitu permainan seperti mencari jodoh yang kemudian dilarang dilakukan oleh pemerintah Prancis. Sekarang ini, tradisi orang Prancis dalam merayakan Valentine tak jauh-jauh dari bertukar kartu atau hadiah.
2. Inggris
Foto: Thinkstock
Bangsa ini juga gemar merayakan Valentine. Jika memasuki bulan Februari, sekejap saja London dan sekitarnya menjadi bernuansa pink dengan cupid dimana-mana. Inggris pun menjadi salah satu negara dengan penduduk paling banyak mengeluarkan uang untuk membeli cokelat, bunga, dan hadiah lain. Total transaksinya mencapai 1,3 Poundsterling atau sekitar Rp 25 miliar rupiah.
Inggris juga punya kebiasaan membelikan kartu ucapan dan cokelat untuk orang tersayang. Selain itu, para wanita juga punya kebiasaan untuk menaruh 5 lembar daun di atas bantal tidur mereka, agar bermimpi tentang suami mereka di masa depan.
Ada juga tokoh seperti Santa Claus saat Valentine bernama Jack Valentine. Sosok ini ceritanya akan mengetuk pintu sertiap rumah anak-anak dan menaruh permen atau hadiah kecil di dalam rumah. Tradisi ini datang dari Norfolk.
3. Italia
Foto: Thinkstock
Ada yang unik dari Italia. Sebuah hadiah kecil bernama Baci Perugina. Hazelnut berlapis cokelat yang dikemas cantik ini diberikan pada orang tersayang di hari Valentine. Kemasan cokelat itu akan bertambah romantis karena di kemasannya tertera kutipan romantis dari empat bahasa.
Selain Baci Perugina, orang Italia biasanya merayakan Valentine bersamaan dengan festival musim semi. Para pemuda dan pemudi berkumpul di suatu taman untuk membaca puisi dan pertunjukkan musik sambil membawa pasangan masing-masing.
4. Denmark
Valentisdag atau perayaan Valentine tradisional di Denmark ini punya ciri khas dengan hadirnya hadiah bunga kering yang dijadikan aksesoris. Ada juga kebiasaan bernama gaekkebrev, yaitu kartu ucapan berisi lelucon dan puisi yang humoris. Sang penerima harus menebak apa maksud kartunya dan pengirimnya. Jika tebakannya benar, sang pengirim harus menghadiahi sang penerima kartu dengan telur Paskah!
(tan/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN