CNN (02/02) mengabarkan Violier ditemukan tewas dengan luka tembakan pada Minggu sore di rumahnya yaitu di Crissier, bagian barat Swiss. Selama berkarir, pria berusia 44 tahun ini mengukir banyak prestasi di dunia kuliner.
Violier merupakan pemilik restoran De L'Hotel De Viller Crissier-Suisse yang dianugerahi 3 bintang βMichelin. Desember lalu, restoran miliknya berhasil masuk dalam daftar restoran terbaik dunia versi La Liste dari Prancis. Violier bahkan baru saja menerima penghargaan dari Kementerian Luar Negeri Prancis.
Dalam penyelidikan kematiannya, polisi meyakini luka tembakan di tubuh Violier adalah bentuk percobaan bunuh diri. Namun saat ini mereka tidak mau berkomentar lebih lanjut untuk menghormati keluarga yang ditinggalkan.
Banyak chef ternama, khususnya asal Prancis, yang mengekspresikan duka dan keterkejutannya di media sosial. Chef berbintang Michelin, Jean Francois Piege berkicau di Twitter tentang Violier. "Sosok chef yang dihormati, sebuah kesedihan besar, ucapan duka cita untuk keluarga dan rekan tim yang ditinggalkan," tulis Francois.
Sementara itu chef Pierre Gagnaire, pemilik restoran Amber di Mandarin Oriental Hong Kong mengatakan, "Duka cita mendalam saya sampaikan untuk keluarga Benoit Violier. Ini adalah berita sangat sedih tentang chef yang sangat berbakat."
Dalam sesi wawancara bersama Swiss TV RTS pada Desember 2014, Violier mengaku stress dengan pekerjaannya. Namun baginya, stress tersebut justru diperlukan untuk mempertahankan standar.
"Inilah hidup saya. Saya pergi tidur dengan memasak, saya bangun untuk memasak," ujar Violier seperti dikutip dalam The Guardian (01/02). Tahun lalu ia juga terpukul dengan kematian mentornya, Philippe Rochat yang juga dianggap Violier sebagai ayah kedua.
(adr/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN