Alat Khusus untuk Cegah Polusi dari Pembuatan Daging Asap Dipasang di Sichuan

Maya Safira - detikFood Rabu, 13 Jan 2016 08:06 WIB
Ilustrasi: China Daily/Inhabitat.com Ilustrasi: China Daily/Inhabitat.com
Jakarta -

Asap dari pengolahan daging diyakini berkontribusi pada polusi udara. Karena itu kota di Sichuan sediakan peralatan khusus untuk menjaga udara tetap bersih saat pembuatan daging asap.
 
Laporan China Daily (11/01) menyebut pengawas lingkungan di Dazhou, provinsi Sichuan, akan menyediakan lebih dari 100 mesin dan peralatan bagi warganya. Ini dilakukan agar penduduk Dazhou bisa membuat daging asap dalam lingkungan tertutup tanpa mencemari udara.
 
Nantinya penduduk bisa berbagi penggunaan alat yang bisa mencegah penyebaran asap. Tapi belum diketahui apakah pengunaan alat bersifat gratis.
 
Tujuan dari penyediaan tersebut adalah untuk mengurangi jumlah asap. Menurut Wang Huaiyan, kepala badan perlindungan lingkungan kota Dazhou, praktek pengasapan daging berkontribusi pada polusi di kota paling timur Sichuan ini.
 
Sudah menjadi tradisi bagi orang Sichuan untuk menyantap daging asap saat Festival Musim Semi. Festival berlangsung mulai 8 sampai 22 Februari tahun ini.


 
Fu Xiuqin, salah seorang penduduk Chengdu, ibukota Sichuan, tiap tahunnya berjuang mencari serbuk kayu gergaji dan ranting cemara untuk membuat daging asap sebelum sampai masa libur. Sebab daging asap sudah menjadi bagian festival sejak wanita yang berusia 75 tahun itu masih kecil.
 
Namun cukup sulit mencari serbuk kayu, ranting, hingga tempat membuat daging asap di kota dengan penduduk lebih dari 10 juta jiwa. Sedangkan di Dazhou lebih mudah mencari serbuk kayu dan ranting cemara, terutama di Gunung Fenghuang.
 
“Hampir 99 persen keluarga lokal akan mengasapi daging sebelum Festival Musim Semi. Mereka yang membuat daging asap bisa ditemukan di kaki hingga puncak Gunung Fenghuang,” ujar Yu Canghai, seorang pejabat kota Dazhou, seperti dilansir dari China Daily.


 
Sebelum festival berlangsung, udara di Dazhou lebih berpolusi dibandingkan biasanya. Pemerintah lokal menyalahkan pengasapan bacon sebagai penyebab utama kabut asap sejak awal tahun ini.
 
Namun netizen menolak klaim itu. Mereka menyebut pengasapan bacon sudah dilakukan beberapa ratus tahun sebelum kabut asap muncul. Pihak lainnya menuduh pemerintah mengalihkan kesalahan pada pembuatan daging asap, karena gagal menangani polusi udara.
 
“Ada banyak penyebab kabut asap di Sichuan. Pengasapan daging merupakan salah satu kontributor tapi bukan pemicu utama,” ujar Chen Housheng, wakil Kongres Penduduk Provinsi Sichuan.
 
Sementara itu, peneliti dari Bayu NGO Development Center, kelompok perlindungan lingkungan di Chongqing, mengunjungi rumah dan pasar produk pertanian di 6 distrik pada Januari tahun lalu. Di sana menjadi tempat orang-orang membuat daging asap.
 
Mereka memakai alat untuk mengukur PM2.5, partikulat udara dengan diameter kurang dari 2,5 mikron yang dapat menembus paru-paru dan membahayakan kesehatan. Para peneliti menemukan bahwa membuat daging asap menghasilkan sangat sedikit atau tidak ada PM 2.5.
 
Selain itu, mereka menemukan bahwa tempat daging diasapi tidak mempengaruhi kualitas udara hingga jarak 50 meter.
 
Disamping Dazhou, kota San Vitaliano di Italia juga menganggap pembuatan makanan jadi penyebab polusi udara. Sampai-sampai mayor kota San Vitaliano melarang pemakaian oven pizza.

(msa/odi)