Susu Unta dan Lidah Buaya akan Makin Banyak Dikonsumsi (1)

Tren Makanan dan Minuman 2016​

Susu Unta dan Lidah Buaya akan Makin Banyak Dikonsumsi (1)

Lusiana Mustinda - detikFood
Sabtu, 12 Des 2015 08:54 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Selain superfood yang akan tren, bahan makanan sehat juga akan semakin populer di tahun 2016. Aneka susu, sayuran hingga teh jenis ini diprediksi akan tetap ​disukai pelaku hidup sehat.​

Pasalnya, susu unta akan menggantikan susu kedelai dan almond. Sedangkan rumput laut dan matcha ​dari​ Jepang ​tetap akan​ banyak dipilih. Berikut ini beberapa jenis bahan makanan sehat yang bakal tren di tahun 2016.

1. Susu Unta
Di tahun ini, susu kedelai banyak digunakan sebagai alternatif susu. Hal ini dikarenakan kacang-kacangan ini memiliki nilai lemak yang lebih rendah. Selain itu susu almond juga sempat menjadi tren hingga akhir tahun ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tahun 2016, susu unta disebut-sebut sebagai bahan sehat yang akan populer. "Susu unta lebih mudah dicerna daripada susu sapi dan juga rendah lemak serta kalori. Susu unta juga mengandung vitamin dan mineral seperti zat besi, vitamin B, D dan C, kalsium, protein dan zinc," jelas Wilkinson, kepala ahli gizi nutricenter.com.



2. Rumput Laut
Celebrity chef Jamie Oliver mengatakan rumput laut kaya akan yodium dan menjadi salah satu bahan makanan sehat di dunia. Rumput laut mengandung serat, mineral dan juga vitamin yang dapat lancarkan pencernaan.

Rumput laut banyak ditemukan dalam sajian makanan Jepang. Serat alami yang ditemukan dalam rumput laut terbukti dapat menghambat enzim sehingga memungkinkan tubuh untuk mencerna lemak.

3. Teh Matcha
Di tahun ini popularitas matcha masih meroket. Matcha merupakan teh hijau bubuk yang biasa digunakan saar upacara minum teh di Jepang dan memiliki manfaat kesehatan. Teh matcha akan tetap populer di tahun 2016 karena teh ini mengandung senyawa polifenol yang disebut dengan catechin sejenis antioksidan.



4. Lidah Buaya
Lidah buaya memiliki sejarah panjang dalam pengobatan tradisional dengan penggunaannya lebih dari 3.000 tahun yang lalu. Hal ini diperkirakan memiliki anti inflamasi dan antioksidan dan mengandung flavonoid, tanin, karotenoid, hingga vitamin C.

(lus/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads