Restoran yang berlokasi di Maiden Lane, Covent Garden, London ini dibuka pada tahun 1798 atau 217 tahun silam oleh Thomas Rule. Khusus menyajikan tiram segar sehingga Rules dikenal sebagai ‘oyster bar’.
Dalam sejarah panjang Rules mengalami pemerintahan 9 monarki ini hanya dimiliki oleh 3 keluarga. Setelah Thomas Rule usaha restoan dilanjutkan oleh Charles Rule yang kemudian bekerjasama dengan Tom Bell. Kemudian putri Tom Bell menjual kepada John Mayhew yang menjadi pemilik hingga saat ini.
Rules dikenal karena sajian hidangan khas Inggris dengan citarasa enak dan harga terjangkau. Tak heran jika restoran berlantai 3 dengan 120 tempat duduk ini menjadi pertemuan para artis dunia, pengacara, politisi, penulis hingga jurnalis.
Karena populer restoran ini disebut dalam novel Graham Greene, Dick Francis and Evelyn Waugh. Di layar lebarpun restoran ini menjadi lokasi pengambilan gambar. Seperti film Buster Keaton, Stan Laurel, Charles Laughton, Clark Gable, Charlie Chaplin dan John Barrymore.
Terakhir Rules dipilih sebagai lokasi film James Bond 007 “Spectre’ yang menjadi box office dunia hingga bulan November ini. Pengambilan gambarnya dilakukan tang gal 22 Mei 2015. Dalam scene anggota M16, agen M (Ralph Fiennes), agen Q (Ben Whishaw) dan Moneypenney (Naomie Harris) tampak dalam salah satu sudut Rules membahas misi agen 007.
Pada premier ‘Spectre’ meja tempat adegan diambilpun menjadi favorit pengunjung. Tak ayal Rules makin populer dikenal hingga mancanegara. Kini Rules tetap dikenal sebagai restoran terbaik dengan sajian burung buruan, unggas kecil, pie dan tiram segar dengan harga wajar.
Rules melayani sekitar 350 tamu per hari atau sekitar 120.000 per tahun untuk makan siang dan malam. Memiliki 90 karyawan, terdiri dari 35 chef, 3 direktur, 3 housekeeper dan manitenance, 4 manager, 5 orang bagian reservasi, 38 orang waiting & wine dan 1 proprietor.
Mempertahan kualitas makanan hingga sentuhan dekorasi ruangan tetap dilakukan Rules. Ruangannya ditata dengan Interior serba kayu dengan paduan beludru merah dan dinding yang dipenuhi lulkisan. Penataan tempat duduk mengelilingi dinding dengan cerukan untuk menjaga privasi tamu.
Di siang hingga pukul 16.00 tamu bisa bersantai di Cocktail Bar. Sedangkan tamu yang ingin bersantap lebih privat tanpa terlihat tamu lain bisa memilih area private dining berkapasitas 16 orang di lantai 2 yang bisa juga untuk pesta.
Tak seperti restoran lain, karena padatnya tamu di jam-jam makan sangat dianjurkan untuk membuat reservasi. Selain jumlah tempat yang dipesan, waktu bersantap juga dibatasi di tempat ini. Seperti saat detikfood datang untuk bersantap (18/11) restoran nyaris penuh tamu di jam makan malam.
Inilah restoran legendaris yang menjadi saksi sejarah banyak peristiwa politik, sastra, film hingga percintaan di kota London. Pastikan restoran ini ada dalam daftar kunjungan Anda ke London.
(odi/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN