Tren Makanan Hitam

Es Dawet Ireng, Minuman Unik dari Jawa Tengah

Tania Natalin Simanjuntak - detikFood Jumat, 13 Nov 2015 15:31 WIB
Foto: budaya-indonesia.org
FOKUS BERITA Tren Makanan Hitam
Jakarta - Tren makanan hitam di dunia sekarang ini sedang terus berkembang. ​Padahal​ Indonesia juga punya sajian khas yang sudah memakai bahan pewarna hitam alami sejak dahulu.

Jika mampir ke daerah Purworejo, Jawa Tengah, minuman ini tak akan asing dilihat. Es Dawet Ireng, adalah minuman dari tepung beras berwarna hitam pekat. Berbeda dengan es dawet biasa yang berwarna hijau karena memakai daun suji, dawet yang satu ini memakai abu merang atau jerami yang alami, sehingga menghasilkan warna hitam pekat atau keabu-abuan.

Ireng diambil dari bahasa Jawa yang berarti 'hitam', menggambarkan hasil akhir warna dawet yang akan berwarna hitam pekat karena tercampur dengan air abu merang. Merang dipilih karena tumbuhan ini akan menambahkan rasa yang lezat dan kekenyalan alami di dalam dawet.

Merang adalah sejenis padi-padian yang banyak tumbuh di dataran Jawa. Padi atau merang ini akan dikeluarkan dahulu bulirnya, lalu dibakar menjadi serpihan-serpihan kecil. Abu merang ini kemudian dicampur air yang kemudian bisa dijadikan pewarna makanan. Selain warnanya jadi hitam, merang juga menyumbangkan tekstur pada dawet yang kenyal alami dan enak.

Tepung beras yang sudah diadon ini kemudian dicampur dengan air abu, lalu dimasak dan dicetak dalam cetakan khusus yang akan membentuk cendol menjadi serpihan-serpihan kecil berwarna hitam. Adonan dawet ireng itu kemudian ditampung di dalam air es, agar serpihan dawet tidak saling menempel.

Air dingin pun dibuang, dawet yang alami nan segar ini bisa langsung dinikmati dengan kuah santan bercampur air gula​ merah​. Tambah mantap dengan taburan gula merah cair dan es batu. Ada juga yang menambahkan potongan nangka atau es serut.

Selain rasanya yang kenyal enak, penggunaan merang di dalam dawet ini ternyata punya khasiat sendiri untuk kesehatan. Merang bisa meredakan panas dalam hingga melancarkan pencernaan. Wah, segarnya!

(tan/odi)
FOKUS BERITA Tren Makanan Hitam

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com