Ternyata Cappuccino Jadi Racikan Kopi Paling Favorit

Ternyata Cappuccino Jadi Racikan Kopi Paling Favorit

Lusiana Mustinda - detikFood
Rabu, 11 Nov 2015 14:14 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta -

Kopi menjadi salah satu minuman yang bisa membuat tubuh semakin bersemangat. Kopi dan susu merupakan perpaduan yang nikmat. Rasa kopi yang pahit dengan tambahan susu yang creamy me​mbuat​ racikannya semakin pas.

Hari ​C​appuccino sedunia yang diperangati pada tanggal 8 November selalu jadi budaya di Amerika. Hal ini dilakukan untuk memperingati awal mula munculnya cappuccino.

Di Italia, Cappuccino juga dikenal dengan nama "little cap" yang menggambarkan cangkir kopi dengan busa susu dibagian atas yang bagian dasarnya dipenuhi oleh campuran espresso dan susu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebutan ini juga terinspirasi dari kelompok religius. Mereka adalah biarawan asal Capuchin. Biarawan ini mengenakan jubah dan kerudung berwarna cokelat dengan kepala botak. Capuchin yang berwarna cokelat (cappuccino) dan kepala botak para biarawan disebut menggambarkan secangkir cappuccino dengan busa susu di permukaannya.

Pada abad ke-16, cappuccino sudah ada dan racikan kopi ini awalnya berasal dari Italia. Biasanya dinikmati setelah makan siang, hal ini dikarenakan susu dapat membuat perut kenyang dan lebih berenergi.​ Se​telah perang dunia ke-2, tentara Amerika ingin menikmati cappuccino kapan saja. Sehingga sampai sekarang, cappuccino bisa dinikmati setiap waktu.

"Di Indonesia, perkembangan cappuccino sudah ada sejak masuknya gerai kopi asal Amerika di Indonesia," tutur Toni Wahid, selaku coffee anthusiast​.​

G​e​rai-gerai ini mulai mentransformasi sebuah budaya melalui gaya hidup di Indonesia. "Tadinya kopi hanya diminum saat ronda atau begadang, sekarang sudah menjadi tren dan juga gaya hidup," jelas pria yang sudah mencicip kopi ke berbagai negara.

Berbicara tentang kopi, setiap orang mempunyai stigma yang berbeda. "Kebanyakan orang tidak bisa tidur jika mengonsumsi kopi. Menurut saya hal ini karena adanya stigma yang mempengaruhi jalan pikiran kita," jelas pria yang gemar minum kopi ini saat ditemui di Hotel 101, Bandung (07/11).

Toni menjelaskan bahwa minuman kemasan lainnya juga mengandung kafein. Tapi sepertinya kopi menjadi korban stigma yang tidak sepenuhnya benar. Menurutnya, setiap orang memiliki batasan toleransi terhadap kafein, termasuk kopi. “Saya bisa minum sehari 4 ​cangkir​, tapi Anda mungkin hanya bisa satu ​cangkir​,” jelasnya.



Toni mengatakan, menurut beberapa studi, kopi dengan campuran susu seperti cappuccino dan coffee latte hampir 90-95 persen paling banyak dipesan oleh konsumen karena rasanya lebih manis dan creamy.

Seperti yang dilansir dalam Newstalk (06/08/14), studi yang dilakukan oleh 1.000 konsumen di Irlandia menunjukkan tiga perempat orang dewasa Irlandia lebih banyak menikmati kopi di pagi hari dengan cappuccino sebanyak 30 persen, Americano 27 persen, latte 22 persen dan espresso hanya 10 persen.

Cappuccino menjadi pilihan kopi yang paling populer. Penikmat cappuccino dikenal sebagai orang yang selalu bersemangat, berenergi dan memiliki sifat positif.

(lus/odi)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads