Jelajah Gizi 2015

Tum dan Serombotan, Makanan Tradisional Bali yang Sedap dan Sehat

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Senin, 02 Nov 2015 15:34 WIB
Foto: Bali Media Info Foto: Bali Media Info
Jakarta - Makanan Bali tak sekadar betutu dan sate lilit. Ada juga makanan tradisional lain yang lezat dan sehat, seperti tum dan serombotan yang kaya bumbu.

Membicarakan makanan tradisional Bali seakan tak ada habisnya. Tiap kabupaten dan kota di sana punya olahan khas yang unik dan sarat nutrisi. Makanan berikut termasuk makanan tradisional unggulan Bali.

1. Betutu

Foto: detikFood

Betutu merupakan makanan Bali yang paling terkenal. Semua organ dalam ayam atau bebek utuh dikeluarkan. Perutnya yang kosong lalu diisi bumbu dari campuran cabai merah, jahe, kunyit, lengkuas, serai, bawang merah, bawang putih, ketumbar bubuk, kemiri, jeruk purut, merica, dan garam. Lalu betutu dipanggang dalam api sekam hingga kuning kecokelatan. Menu ini juga disajikan dalam upacara adat dan keagamaan. Seekor betutu mengandung protein 14,29%, lemak 1,27%, dan karbohidrat 21,3%.

2. Nasi jinggo

Foto: detikFood

Nasi jinggo atau nasi jenggo mirip dengan nasi kucing khas Jawa Tengah. Nasi putih seukuran kepalan tangan dibungkus dengan daun pisang bersama lauk dan sambal. Lauknya antara lain sambal goreng tempe, serundeng, dan ayam suwir.

3. Serombotan

Foto: Bali Media Info

Makanan ini berasal dari Kabupaten Klungkung, Bali. Terbuat dari aneka sayuran yang direbus lalu diberi bumbu kalas. Sayurannya antara lain kangkung, kacang panjang, tauge, pare, atau buah botor muda. Sementara bumbu kalas terdiri dari santan yang diberi sedikit tumbukan kunyit, lengkuas, bawang merah, bawang putih, ketumbar, dan sedikit kencur. Serombotan disajikan bersama kacang goreng dan nasi dengan campuran ubi jalar (nasi oran sele).

4. Tum

Foto: detikFood

Tum adalah pepes versi Bali yang dibuat dari daging ayam, itik, bebek, kuwir, penyu, atau ikan laut. Bumbunya terdiri dari santan dan bumbu gurih khas Bali seperti bawang merah, bawang putih, cabai merah, dan merica. Teksturnya yang lembut dan rasanya yang kaya rempah membuat tum enak disantap dengan nasi hangat.

5. Loloh

Foto: detikFood

Bali juga punya minuman tradisional khas, salah satunya loloh. Dalam bahasa Bali, loloh berarti “jamu.” Namun minuman ini tidak pahit, rasanya justru pedas, asam, asin, dan manis. Loloh dibuat dari daun cemcem yang merupakan tanaman herbal populer di Bali. Minuman ini dipercaya dapat menurunkan tekanan darah, melancarkan pencernaan, dan baik untuk ibu menyusui.

6. Daluman

Foto: Wikipedia

Daun daluman sejenis dengan daun cincau. Karenanya daun ini diolah jadi minuman sehat dan menyegarkan. Daun yang sudah bersih, diremas-remas hingga berbusa dan kental. Sebelum terlalu kental, daun tersebut kemudian disaring untuk diambil airnya. Untuk membuat es daluman, perasan daun daluman dicampur dengan santan dan gula aren cair.

(adr/odi)