Jelajah Gizi 2015

Belajar Membuat Lawar, Sate Lilit, dan Es Kuwut Khas Bali

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Minggu, 01 Nov 2015 09:56 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta -

Lawar dan sate lilit termasuk dalam pangan tradisional unggulan Bali yang populer. Untuk membuat keduanya ternyata tak rumit.

Dalam kegiatan Jelajah Gizi 2015 bersama Sarihusada (30/10), detikFood diajak membuat beberapa masakan Bali yang tidak hanya enak tetapi juga sehat. Bertempat di Paon Bali, Ibu Puspa dan Chef Muto mengajarkan cara pembuatan lawar, sate lilit, dan es kuwut.

“Membuat lawar dan sate lilit sangat mudah. Keduanya dibuat dari bumbu dasar yang sama yaitu bumbu genep. Nah bumbu ini juga jadi dasar bumbu masakan Bali lainnya,” ujar Ibu Puspa, pemilik Paon Bali yang kerap mengadakan cooking class bagi para turis.

Bumbu genep terdiri dari bumbu dapur dan aneka rempah. Mulai dari lengkuas, kunyit, jahe, kencur, bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, merica, garam, kelapa, cabe rawit, terasi, daun jinten, dan sereh. “Semua bumbu dicincang halus kemudian kita tumbuk dalam lumpang hingga halus,” jelas Ibu Puspa.



Menurutnya, penumbukan tradisional seperti ini akan menghasilkan rasa dan aroma bumbu lebih enak dibanding dengan blender. Kemudian bumbu genep ditumis hingga kecokelatan dan harum.

Menurut Chef Muto di Bali bumbu genep biasanya dibuat sekaligus dalam jumlah banyak. “Kalau mau masak, tinggal ambil dari kulkas,” ujarnya.

Dilihat dari segi nutrisi, cara menyimpan bumbu dengan cara dibekukan bukanlah masalah. “Sebaiknya simpan dibawah suhu -18 derajat agar kandungan gizi dalam bumbu juga turut terjaga,” terang Prof. Ahmad Sulaeman, Guru Besar Ilmu Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB).

Selanjutnya bumbu genep dicampur bersama ayam yang sudah dihaluskan, kelapa parut, dan kucuran jeruk limau. Racikan sate ini lalu dililitkan pada tusuk kayu yang agak tebal.



“Kalau mau lebih enak, tusuk kayu bisa diganti dengan batang serai,” saran Ibu Puspa. Ia juga menyarankan agar sate tidak terlalu tebal agar nantinya matang merata. Usai dibalutkan pada tusuk kayu, sate dibakar menggunakan arang batok kelapa yang membuat aromanya makin harum.
Sedangkan pembuatan lawar juga tak sulit. Lauk khas Bali ini mengombinasikan be (daging) dan jukut (sayuran). Bahan lainnya berupa kelapa parut, gula merah, bumbu genep, bawang goreng, dan jeruk limau.

“Sebenarnya pilihan sayur lawar sangat beragam seperti nangka muda, pepaya muda, daun belimbing, dan lainnya. Namun kali ini kita coba buat lawar kacang panjang,” terang Chef Muto yang juga dikenal sebagai Kungfu Chef ini.

Kacang panjang yang sudah dipotong kecil dicampurkan bahan lainnya hingga merata. Penambahan garam dan merica bisa disesuaikan dengan selera. Lawar pun bisa langsung segera dinikmati. “Ini adalah salah satu sayuran praktis, sehat, dan mudah dibuat. Baik untuk memenuhi kebutuhan serat,” papar Prof. Ahmad.

Sebagai penutup, Ibu Puspa dan Chef Muto membeberkan cara pembuatan es kuwut yang dingin segar. Bahan utama pembuatan minuman ini adalah kelapa muda dan jeruk nipis. Bahan lainnya berupa buah melon, biji selasih, sirup coco pandan, dan es batu secukupnya.

“Agar lebih cantik tampilannya, tuangkan sirup terlebih dahulu. Baru disusun es batu, melon, biji selasih dan terakhir kelapa muda. Jangan lupa kucuri jeruk nipis,” jelas Chef Muto.

Tak butuh waktu lama, es tradisional asal Bali ini bisa langsung dinikmati. “Paling pas dinikmati siang hari,” saran Chef Muto.



Acara cooking class ditutup dengan menikmati olahan lawar dan sate lilit buatan Ibu Puspa. Ada juga lauk lain seperti tum ikan tuna, ayam betutu, dan kare ayam. “Sambal matah jangan sampai ketinggalan,” pungkas Ibu Puspa.

(msa/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com