Hari Ini Singapura Lakukan Kampanye #happyplatesg untuk Kurangi Limbah Makanan

Hari Ini Singapura Lakukan Kampanye #happyplatesg untuk Kurangi Limbah Makanan

- detikFood
Jumat, 16 Okt 2015 12:48 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta -

​Pada Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada hari ini, Singapura memulai kampanye baru. Kampanye dengan tagar #happyplatesg ini untuk mengatasi limbah makanan yang terus bertambah setiap tahun.​

​Singapura sudah mualai risau dengan kenaikan jumlah limbah makanan setiap tahun. Karenanya mereka berkomitmen menghabiskan ​makanan mereka pada waktu makan untuk mengurangi limbah makanan.

Seperti dilansir dari Channel News Asia (16/10), tahun ini ​survei ​terbaru dilakukan oleh perusahaan alat rumah tangga Electrolux,​ Sejumlah 32 persen responden mengolah kembali sisa makanan. Sementara 92 persen meninggalkan sisa makanan di lemari es dengan harapan bahwa anggota keluarga akan mengonsumsinya, atau kemudian membuang​nya​.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Selanjutnya lebih dari 29 persen resnponden tak suka makan makanan sisa. Sementara 48% lupa akan sisa makanan atau makanan kadaluarsa karena sering tak terlihat di kulkas.

Menurut statistik Nation Environment Agency, tahun lalu 788.600 ton makanan, setara dengan berat 108 bus tingkat telah dibuang sia-sia di Singapura.

Survei ini berusaha untuk menyoroti kontribusi rumah tangga mengatur limbah makanan.​ D​ilakukan dengan memberikan kuisioner pertanyaan pilihan ganda tentang persiapan makanan, memasak dan kebiasaan makan. Responden mewakili populasi Singapura yang berusia 18 sampai 65 tahun.

Hasil survei menemukan bahwa 69 persen responden mengaku pencinta ​makanan,​ namun 41 persen dari responden sesekali be​rpikir​ tentang limbah makanan.

Oleh karena itu Electrolux membuat kampanye dengan hastag #happyplatesg yang dilakukan selama enam minggu​. Tujuannya​ untuk melihat inisiatif masyarakat menghabiskan makanan mereka pada waktu makan dan mengurangi limbah makanan.

"Kami sangat antusias untuk memulai inisiatif ini di Singapura, kita semua memiliki tanggung jawab untuk lebih sadar dan berkomitmen dengan membuat perubahan di rumah untuk limbah makanan", ujar, Kenneth Ng, ​Head of Major Appliances​ Electrolux, Asia Pasifik.



Untuk menunjang kampanye ini, sebuah situs mikro telah dibentuk dan menyediakan berbagai resep makanan,​ ​tips memasak,​ ​update kampanye dan kotak saran untuk masyarakat.

Selain itu,kampanye ini juga diselenggarakan untuk membantu lebih dari 1.000 keluarga yang membutuhkan melalui kampanye The Food Bank Singapore.

Caranya, masyarakat me​ngunggah​ foto piring makanan yang sudah bersih melalui Instagram dengan hastag #happyplatesg. Setiap tiga hastag sama saja memberikan satu bungkus makanan kepada mereka yang membutuhkan. Untuk membuat 1.000 bungkus makanan berarti dibutuhkan 3.000 hastag.

Pendiri The Food Bank Singapore, Nichol Ng,mengatakan," Sama seperti kita, Electrolux juga ingin meningkatkan kesadaran masyarakat akan limbah makanan​.​​ Hal ini akan membawa masyarakat ke tingkat lebih tinggi. Berupa ​perubahan​ perilaku ​jangka panjang melalui pe​ndidikan​ dapur."

(lus/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads