Kamboja dikenal dengan kekayaan sejarah dan keunikan budayanya. Salah satu yang khas adalah hidangan tarantula goreng. Masyarakat Skun di Provinsi Kampong Cham sudah sejak lama mengonsumsi makanan ekstrem ini.
Para turis yang sedang melewati Kampong Cham bahkan dapat mengunjungi pasar laba-laba yang populer di sana. Terlihat jejeran piring-piring menawarkan tarantula goreng atau biasa disebut A-ping dalam bahasa lokal, bagi siapapun yang berminta mencicipinya.
Dilansir dari The Daily Meal (07/10), tarantula goreng populer pada akhir tahun 1970 ketika Kamboja mengalami kelangkaan pangan. Harga yang ditawarkan tidak mahal yaitu 12-50 cents per ekornya.
Resep tarantula goreng umumnya dibuat dari gula karamel, garam, minyak, dan bawang putih. Cara memakannya juga unik, disarankan mulai dari mengunyah kaki tarantula terlebih dahulu. Banyak orang menyebut sensasi makan tarantula goreng mirip dengan makan kepiting.
Sementara bagian perut tarantula teksturnya lengket dengan rasa pedas. Beberapa orang akan jatuh cinta dengan rasa ini, namun banyak juga orang yang menganggap rasanya sangat aneh.
Dalam soal nutrisi, 2 ekor tarantula goreng berukuran cukup besar mengandung 1.038 kkal dengan kandungan lemak 110 gram, protein 3 gram, dan sodium 175 gram.
Hmmm... Apakah Anda tertarik mencoba? Jika sedang berada di Kamboja, tak ada salahnya mencicip makanan esktrem ini.
(adr/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN