7 Hal Soal Tip Restoran yang Perlu Anda Ketahui

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood Sabtu, 19 Sep 2015 13:16 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta -

Memberi tip jadi hal lumrah setelah bersantap di resto. Namun, untuk apa sebenarnya tip di restoran?
 
Sering kali pengunjung restoran meninggalkan tip usai menikmati hidangan. Jumlahnya bisa sangat besar bila mereka puas dengan makanan atau pelayanan restoran. Namun tip tersebut mungkin saja tidak diberikan seluruhnya pada pegawai resto. The Telegraph (19/09/15) mengungkap serba-serbi seputar pengelolaan tip restoran.
 
1. Pengelolaan tip di tiap restoran berbeda
Tiap restoran punya cara sendiri mengelola tip yang masuk. Restoran berjaringan besar umumnya mengurangi persentase biaya layanan atau “service charge” yang dibayarkan pengunjung untuk biaya admin atau “admin costs.” Jumlahnya bisa sangat besar bila gerai restoran tersebut sangat banyak. Contohnya, gerai Pizza Express di Inggris punya 430 gerai. Tiap tip yang dibayarkan pengunjung via kartu kredit akan “dipotong” 8 persen untuk perusahaan. Cara ini memungkinkan Pizza Express meraup keuntungan hingga 1 juta euro per tahun.
 
Ada juga restoran yang mengaku seluruh “service charge” yang dibayarkan pengunjung akan didistribusikan pada pegawai restoran.
 
2. Restoran kecil lebih adil
Beberapa restoran kecil dikabarkan memiliki manajemen tip yang lebih adil. Restoran di selatan London, The Dairy and The Manor memberi keleluasaan pada pegawainya untuk mengelola pembagian tip. Dan Jones selaku manajer restoran menambahkan tip yang diberi pengunjung via kartu kredit akan dikelola sebuah sistem formal bernama tronc. Jumlah yang terkumpul akan didistribusikan pegawai teladan mereka pada gaji seluruh karyawan. Dan serta pemilik restoran mengaku tidak mengambil tip sama sekali.




3. Service charge tidak menambah gaji pegawai
Mungkin banyak orang berpikir jumlah uang dari service charge digunakan untuk menambah gaji pegawai. Namun hal ini tidak terjadi di Amerika. Peraturan tahun 2009 membolehkan restoran menggunakan uang service charge untuk membayar gaji pokok pegawainya. Namun ada praktek sukarela dimana beberapa restoran membagikan uang service charge pada pegawainya.
 
4. Persentase pembagian tip di tiap restoran berbeda
Pembagian tip bergantung pada manajemen tiap restoran. Tip berupa uang tunai kerap dibagikan secaran informal, seperti hadiah. Namun jika ada sistem tronc, pihak restoran dapat memutuskan persentase pembagian tip pada karyawan di depan dan dapur restoran. Di Pizza Express, setelah 8 persen ‘diambil’ restoran, sisanya dibagi untuk pelayan dan tim dapur dengan persentase 70:30.
 
5. Besaran tip tergantung pengunjung restoran
Beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, membebaskan pengunjung untuk memberi tip sesuai kemauan. Umumnya mencapai hingga 20 persen dari total bon jika makanan dan layanan restoran memuaskan. Jumlah tip akan berkali-kali lipat pada saat Natal. Manajer pub Young’s, Oisin Rogers membagi tip tersebut pada seluruh pegawainya sebagai tambahan gaji. Pajak yang dikenakanpun normal.
 



6. Pelanggan boleh tidak memberi tip
Jika pelanggan merasa tidak puas dengan makanan atau layanan restoran maka ia bisa menolak memberi tip. Asosiasi Konsumen di Amerika Serikat juga memperbolehkan hal ini.
 
7. Memberi uang tunai lebih baik
Tip berupa uang tunai biasanya akan diberikan seluruhnya langsung pada pegawai restoran. Cara ini lebih menguntungkan pegawai karena mereka mendapat jumlah utuh. Tidak seperti jika mereka menerima tip yang diberi via kartu kredit dimana pihak restoran mungkin punya aturan pembagian tertentu.

(lus/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com