Meski Harga Daging Ayam Naik, Harga Menu Ayam di Beberapa Restoran Masih Normal

Meski Harga Daging Ayam Naik, Harga Menu Ayam di Beberapa Restoran Masih Normal

Maya Safira - detikFood
Jumat, 21 Agu 2015 18:30 WIB
Ilustrasi: Detikfood
Jakarta - B​eberapa hari ini ​harga ayam di pasar melambung tinggi. Kenaikan tersebut sampai memicu pedagang ayam ​di beberapa kota ​berencana mogok. Namun ternyata kenaikan tidak terlalu berpengaruh pada sebagian besar restoran dengan hidangan andalan ayam.

Harga ayam kini mencapai angka Rp 40.000/kg. Tidak hanya di Jakarta, kenaikan tersebut juga terjadi di Bandung. Ini membuat mayoritas pedagang ayam di Kota Kembang memilih mogok berjualan mulai kemarin (20/08).

Untuk melihat dampaknya, Detikfood menghubungi beberapa restoran di Jakarta yang menjual menu berbasis ayam pada Jumat (21/08). Di Ayam Tulang Lunak Hayam Wuruk daerah Tebet ternyata tidak terjadi perubahan harga menu. Menurut staf restoran, mereka sempat mengalami kenaikan harga tapi sudah berlangsung lebih dari 3 bulan lalu. Persediaan ayam pun masih normal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal serupa juga terjadi di Ayam Goreng Suharti cabang Cilandak. Harga ayam tetap sama sampai saat ini. Apalagi mereka memakai ayam kampung sehingga dianggap tidak berpengaruh. Pasokan ayam juga langsung didapat dari Yogyakarta.

Ayam Bakar Mas Mono di Tebet pun masih belum ada kenaikan harga menu. Persediaan ayam diakui stafnya tidak ada masalah. Begitu pula di rumah makan Ayam Penyet Ibu Yuli Cipete. Harga ayam penyet dan soto ayam di sana masih sama seperti beberapa bulan terakhir.

Selain restoran tradisional, restoran cepat saji juga tidak menaikkan harga menunya. Seperti staf KFC Kemang yang kami hubungi mengaku harga menu tetap sama.

Meski kenaikan cukup signifikan, namun ternyata harga menu makanan berbasis ayam di sebagian besar restoran masih stabil. Sebab hampir semua mendapat ayam segar langsung dari pemasok.



(msa/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads