Agar Belanja Buah dan Sayur Jadi Lebih Hemat, Perhatikan Trik Ini

Menu Sehat dan Hemat

Agar Belanja Buah dan Sayur Jadi Lebih Hemat, Perhatikan Trik Ini

Andi Annisa Dwi Rahmawati - detikFood
Jumat, 21 Agu 2015 17:57 WIB
Agar Belanja Buah dan Sayur Jadi Lebih Hemat, Perhatikan Trik Ini
Foto: Thinkstock
Jakarta - Belanja buah dan sayur ternyata perlu trik agar mendapatkan harga lebih murah dengan kualitas prima. Terdapat beberapa cara mudah dan sederhana yang dapat Anda lakukan. Misalnya dengan memperhatikan musim panen atau memilih versi beku dan kalengan.

Selain memperhatikan tempat pembelian atau musim panen buah dan sayur, DetikFood (21/08/15) telah merangkum 7 cara yang sebaiknya Anda lakukan agar belanja buah dan sayur jadi lebih hemat.

1. Cek harga

Foto: Thinkstock
Buah dan sayur biasanya dijual secara satuan atau dalam kemasan. Harga yang ditawarkan pun umumnya berbeda. Agar lebih hemat, Anda dapat membandingkan kedua harga terlebih dulu sebelum membelinya. Jangan lupa perhatikan kualitas buah dan sayur, terutama bila Anda membeli yang dalam kemasan. Umumnya yang dikemas dalam ukuran besar isinya campuran dalam berbagai ukuran sehingga lebih murah.

2. Beli di pasar tradisional

Foto: Thinkstock
Pasar tradisional menawarkan ragam buah dan sayur segar, tentunya dengan harga lebih murah dibanding swalayan. Ini karena mereka tidak dikenai pajak dan tidak menyisihkan biaya banyak untuk menyewa tempat. Yang perlu Anda cermati adalah timbangannya. Karena banyak pedagang di pasar tradisional tidak tepat dalam timbangan.​

3. Perhatikan musim

Foto: Thinkstock
Stok buah di pasar atau swalayan dipengaruhi musim panen tiap buah. Buah yang sedang memasuki masa panen biasanya tersedia dalam jumlah melimpah. Karenanya harga buah menjadi lebih murah. Untuk pilihan lebih hemat, belilah buah yang sedang musim. Cara ini juga memungkinkan Anda mendapat buah berkualitas baik.

4. Pilih versi beku atau kalengan

Foto: Thinkstock
Buah atau sayuran beku dapat menjadi pilihan pas untuk berhemat. Karena keduanya mampu bertahan lama dan mudah disimpan. Tak perlu khawatir dengan nilai gizinya, beberapa jenis buah dan sayur justru lebih bernutrisi dalam versi beku. Seperti brokoli, jagung, dan kacang polong.

Selain versi beku, buah atau sayuran dalam kemasan kaleng juga bisa jadi pilihan. Kesegarannya lebih terjaga dan lebih praktis untuk diolah.

5. Manfaatkan sisa

Foto: Thinkstock
Jangan terburu-buru membuang buah dan sayur yang sudah kematangan atau bersisa. Agar tak mubazir, manfaatkan sisa buah atau sayur tersebut. Misalnya, nanas, strawberry, dan pepaya yang kematangan dapat diolah menjadi selai. Begitu juga dengan sisa wortel, kol, mentimun, bawang merah, dan cabai rawit. Seluruh bahan makanan tersebut dapat diolah menjadi acar yang lezat.

6. Beli dalam jumlah kecil

Foto: Thinkstock
Buah dan sayuran segar tidak dapat bertahan lama. Karenanya beli keduanya dalam jumlah sedikit atau sesuai keperluan. Cara ini dapat menghindarkan Anda dari membuang makanan sia-sia.

7. Beli dalam bentuk utuh

Foto: Thinkstock
Swalayan menawarkan kepraktisan dengan menyediakan buah potongan atau sayuran yang sudah diolah jadi salad. Agar lebih hemat, hindari membeli jenis seperti ini karena sudah pasti harganya lebih mahal dari buah dan sayur utuh.
Halaman 2 dari 8
(adr/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads